Lionel Messi Pensiun, Dominasi 349 Man of the Match Sulit Ditandingi

Lionel Messi pensiun dari Timnas Argentina di usia 39 tahun. Ia meninggalkan catatan luar biasa dengan 349 Man of the Match sejak 2009.

Pemain dengan Penghargaan Man of The Match Terbanyak

(2009-2026)

Lionel Messi resmi mengumumkan pensiun karier internasionalnya pada usia 39 tahun. Informasi pensiun tersebut disampaikan Messi melalui unggahan di Instagram (31/8/2026).

Di tengah berakhirnya perjalanan panjang bersama La Albiceleste, satu statistik kembali menunjukkan besarnya dominasi Messi.

Berdasarkan pemeringkatan GiveMeSport yang diperbarui 7 Agustus 2026 dengan data berbasis penilaian WhoScored, Messi menjadi pemain dengan penghargaan Man of the Match (MOTM) terbanyak sejak 2009.

Lionel Messi berada di posisi teratas dengan 349 penghargaan MOTM dari 683 pertandingan. Rasio 51% berarti Messi dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam lebih dari separuh pertandingan yang masuk perhitungan. Jumlah tersebut juga unggul sangat jauh dari seluruh pemain lain dalam daftar.

Cristiano Ronaldo menempati posisi kedua dengan 175 MOTM dari 614 pertandingan atau sekitar 29%. Koleksi Ronaldo masih terpaut 174 penghargaan dari Messi.

Baca Juga: 5 Pemain Peraih Gelar Player of the Match Terbanyak di Piala Dunia 2026, Messi dan Bellingham Teratas

Harry Kane berada di urutan berikutnya dengan 135 MOTM dalam 593 pertandingan. Penyerang Inggris tersebut meraih penghargaan pemain terbaik dalam sekitar 23% laga.

Zlatan Ibrahimovic mengumpulkan 116 MOTM dari 450 pertandingan dengan rasio 26%.

Kylian Mbappe membukukan 113 penghargaan dari 465 laga atau sekitar 24%. Usianya yang relatif lebih muda dibanding sebagian besar pemain dalam daftar buat Mbappe menonjol, sekaligus memberinya peluang untuk terus meningkat.

Robert Lewandowski mencatat 110 MOTM dalam 700 pertandingan. Penyerang Polandia itu memiliki rasio 16%, dengan periode dominannya bersama Bayern Munich menjadi salah satu faktor utama tingginya jumlah penghargaan individu tersebut.

Antoine Griezmann mengoleksi 98 MOTM dari 746 pertandingan. Rasio 13% memang lebih rendah dibanding pemain lain di 10 besar, tetapi jumlah pertandingannya merupakan yang terbanyak dalam daftar.

Eden Hazard menorehkan 96 MOTM dari 515 pertandingan atau sekitar 19%. Sebagian besar penampilan terbaik Hazard terjadi ketika memperkuat Chelsea, sebelum cedera dan masalah kebugaran membatasi kontribusinya setelah pindah ke Real Madrid.

Kevin De Bruyne mengumpulkan 95 penghargaan dari 534 laga dengan rasio 18%, mengisi bangku kesembilan. Kemampuan menciptakan peluang, memberikan assist, dan mengendalikan tempo permainan membuat gelandang Belgia itu kerap menjadi pemain paling menentukan dalam pertandingan.

Neymar melengkapi 10 besar dengan 92 MOTM dari hanya 363 pertandingan. Rasio 25% membuat pemain Brasil tersebut memiliki persentase tertinggi keempat dalam daftar setelah Messi, Ronaldo, dan Ibrahimovic.

Pemeringkatan ini mengacu pada data GiveMeSport yang menggunakan penilaian statistik WhoScored untuk menentukan pemain terbaik pertandingan.

Baca Juga: 11 Pemain dengan Penampilan Terbanyak di Piala Dunia, Lionel Messi Teratas

Sumber:

https://www.instagram.com/p/DctWzhYxElg/

https://www.givemesport.com/footballers-with-most-man-of-the-match-trophies/

https://www.whoscored.com/

Key Insights

  • Dominasi Lionel Messi dengan 349 penghargaan Man of the Match (MOTM) dari 683 pertandingan menunjukkan konsistensi performa luar biasa sepanjang kariernya.
  • Rasio MOTM Messi sebesar 51% yang jauh melampaui Cristiano Ronaldo (29%) mengindikasikan kemampuannya untuk secara rutin menjadi pembeda utama dalam lebih dari separuh laga.
  • Perbedaan MOTM yang sangat signifikan antara Messi dan Ronaldo (174 penghargaan) menyoroti jurang performa individu yang lebar di antara dua pemain terbaik generasinya.
  • Meskipun Kylian Mbappe memiliki jumlah MOTM yang lebih rendah, usianya yang relatif muda dan rasio 24% MOTM menunjukkan potensi besar untuk terus mendekati rekor para seniornya.
  • Neymar yang mengumpulkan 92 MOTM dari hanya 363 pertandingan dengan rasio 25% menyoroti efisiensinya dalam memberikan dampak signifikan, meskipun dengan jumlah penampilan yang lebih sedikit.
Daffa Shiddiq Al-Fajri
Ditulis oleh Daffa Shiddiq Al-Fajri

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc