Demokrasi Global Menurun, 44 Negara Alami Penyensoran Media oleh Pemerintah
Penyensoran Media oleh pemerintah dirasakan memburuk di 44 negara, diikuti oleh kebebasan ekpresi akademis dan budaya yang dirasakan 41 negara.
10 Aspek Demokrasi yang Paling Banyak Alami Penurunan
(2015-2025)
Unduh
Institut Varieties of Democracy (V-Dem) menyebut dalam publikasi Democracy Report 2026 bahwa demokrasi saat ini tengah mengalami kemunduran. Hampir semua kemajuan demokratis dari Third Wave of Democracy yang dipicu dengan Revolusi Anyelir di Portugal pada tahun 1974 telah merosot.
V-Dem melibatkan lebih dari 4.000 akademisi untuk menghasilkan dataset global tentang demokrasi melalui 32 juta titik data untuk 202 negara dan wilayah dari tahun 1789 hingga 2025, menganalisis 600 karakteristik demokrasi yang berbeda.
Dunia terlihat terus bergerak menuju autokratis, terdapat 87 negara demokrasi (liberal dan elektoral) dan 92 negara otokratis, dengan hampir 74% populasi dunia tinggal di pemerintahan otokratis, sedangkan 7% populasi dunia tinggal di pemerintahan demokrasi liberal pada tahun 2025.
Kebebasan berekspresi menjadi yang paling terdampak atas menurunnya demokrasi dari 52 negara yang membaik pada tahun 2000, menurun menjadi 44 negara pada tahun 2025.
Turunan dari aspek demokrasi turut mengalami pelandaian antara tahun 2015 dan tahun 2025, sensor media oleh pemerintah menjadi aspek teratas yang memburuk secara signifikan di 44 negara, kebanyakan dari Hongkong, Meksiko, Myanmar, Slovenia dan Togo dalam dekade terakhir. Sensor media oleh pemerintah menjadi taktik yang paling umum digunakan selama proses otokratisasi.
Baca Juga: Benarkah Demokrasi Indonesia Kian Memburuk di Era Prabowo?
Lebih lanjut, urutan kedua ditempati oleh kebebasan ekspresi akademis dan budaya yang merosot di 41 negara, termasuk Indonesia, Hungaria, dan Rusia. Sementara itu, sensor mandiri oleh media dan represi terhadap Organisasi Masyarakat (OMS) menjadi masalah yang berkembang di 39 negara.
Sensor mandiri media menjadi salah satu langkah preventif untuk menghindari sensor langsung atau kekerasan oleh pemerintah di negara yang cenderung otoriter.
Jangkauan konsultasi publik dan kebebasan pendirian OMS berada di urutan kelima dan keenam yang memburuk di 37 negara.
Menutup daftar aspek demokrasi yang menurun selama tahun 2015 hingga 2025, bias media, intimidasi terhadap jurnalis, kebebasan diskusi bagi pemuda, dan partisipasi aktif masyarakat dalam debat memburuk di 34 negara.
Dengan demikian, hampir semua aspek demokrasi menurun di lebih banyak negara daripada yang mengalami perbaikan. Kemunduran demokrasi tidak selalu berujung otokrasi, tetapi hal tersebut menunjukan adanya keruntuhan demokrasi.
Baca Juga: Perkembangan Indeks Demokrasi DKI Jakarta 2021-2025
Sumber
https://v-dem.net/publications/democracy-reports/
Ditulis oleh Zalfa Ronaa
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
Statistik Kriminalitas Nasional Semester I 2026
7 Genre Musik Terpopuler di Indonesia 2026, Ada Favoritmu?
Tren Harga Daging Ayam Ras dan Kampung Semester I 2026