Skor PISA 2025 Indonesia Membaik di Sains dan Membaca, Matematika Justru Turun
Skor matematika mengalami penurunan, sementara sains dan membaca mencatat perbaikan kecil.
Perkembangan Skor PISA Indonesia
(Tahun 2006-2025)
Unduh
Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan bahwa performa pelajar Indonesia usia 15 tahun mengalami perbaikan kecil untuk bidang sains dan membaca.
Berdasarkan laporan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), capaian Indonesia pada bidang sains, membaca, dan matematika belum kembali ke level 2015, meski terdapat sejumlah perbaikan dibanding hasil PISA 2022.
Pada PISA 2025, skor sains Indonesia berada di angka 389, meningkat dari 383 pada 2022. Bidang membaca juga mengalami kenaikan dari 359 menjadi 365. Namun, matematika justru menurun dari 366 pada 2022 menjadi 364 pada 2025.
Jika dibandingkan dengan capaian terbaik dalam satu dekade terakhir, seluruh bidang masih tertinggal. Pada 2015, Indonesia mencatat skor 403 untuk sains, 397 untuk membaca, dan 386 untuk matematika.
Secara umum, hasil PISA 2025 menunjukkan skor rata-rata siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara OECD. Hanya 37% siswa Indonesia mencapai tingkat kecakapan minimum (Level 2 atau lebih) dalam sains, dibandingkan rata-rata OECD sebesar 74%.
Pada matematika, hanya 17% siswa mencapai tingkat minimum, sedangkan rata-rata OECD mencapai 65%. Sementara pada membaca, proporsinya berada di angka 27% dibandingkan rata-rata OECD sebesar 69%.
Baca Juga: Perbandingan Skor PISA Indonesia dari Tahun ke Tahun, Alami Penurunan pada 2022
Meski menghadapi tantangan akademik, laporan OECD mencatat sejumlah indikator positif. Sebanyak 80% siswa Indonesia menyatakan memiliki rasa ingin tahu terhadap berbagai hal, lebih tinggi dibanding rata-rata OECD sebesar 73%. Selain itu, 74% siswa mengaku tetap berusaha ketika menghadapi kesulitan belajar.
Indonesia juga menunjukkan perkembangan dalam pemanfaatan teknologi pendidikan. Sebanyak 53% siswa menggunakan chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu proses belajar setidaknya sekali dalam seminggu.
Dalam aspek lingkungan sekolah, 82% siswa menyatakan guru menunjukkan perhatian terhadap pembelajaran setiap siswa. Akan tetapi, tantangan masih terlihat pada fasilitas pendidikan, dengan 37% siswa berada di sekolah yang mengalami hambatan akibat keterbatasan bahan pembelajaran dan 39% terkait keterbatasan infrastruktur fisik.
PISA 2025 merupakan asesmen internasional yang diselenggarakan OECD untuk mengukur kemampuan siswa usia 15 tahun dalam menerapkan pengetahuan, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan menghadapi tantangan dunia nyata. Di Indonesia, sebanyak 14.168 siswa dari 419 sekolah mengikuti asesmen ini, mewakili sekitar 3,99 juta siswa usia 15 tahun.
Peserta mengerjakan tes selama dua jam dengan kombinasi soal pilihan ganda dan soal uraian pada bidang sains, matematika, serta membaca. Selain tes akademik, siswa dan kepala sekolah juga mengisi kuesioner mengenai lingkungan belajar, kondisi sekolah, serta sikap terhadap pembelajaran.
Baca Juga: Peringkat Internasional Posisi Indonesia di PISA 2022, Siapkah untuk 2025?
Sumber:
https://www.oecd.org/en/data/dashboards/pisa-education-and-skills/performance-trends.html?oecdcontrol-chart-control-bar-92d7c1b41b-var1=G201
Ditulis oleh Daffa Shiddiq Al-Fajri
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
Luas Lahan Gambut di Indonesia dan Persebarannya
Indeks Demokrasi Liberal di ASEAN 2025, Indonesia Masih Tertinggal
Naik Turun Harga Emas Jakarta Januari-Agustus 2026