RAPBN 2027: Belanja BRIN Tumbuh 31%, Fokus Program Riset
Anggaran untuk BRIN pada tahun 2027 dicanangkan sebesar Rp8.067,6 miliar dari yang mulanya sebesar Rp6.144,6 miliar dalam APBN 2026.
Perkembangan Anggaran Badan Riset dan Inovasi Nasional
(2026-2027)
Unduh
Berdasarkan Buku II Nota Keuangan beserta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran (TA) 2027, pemerintah memproyeksikan adanya lonjakan pagu pendanaan untuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dalam postur keuangan tahun depan, lembaga penelitian tingkat pusat ini dirancang akan menerima dana senilai Rp8.067,6 miliar. Alokasi anggaran BRIN tersebut mencatatkan angka pertumbuhan sebesar 31,3% dibandingkan dengan APBN 2026 yang sebelumnya dipatok Rp6.144,6 miliar.
Menilik rincian alokasinya, pos untuk program riset dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi kini menyerap porsi terbesar dari keseluruhan belanja BRIN. Anggaran pengeluaran untuk program tersebut ditargetkan meroket hingga menyentuh angka Rp4.909,4 miliar dalam RAPBN 2027.
Baca Juga: PT PAL Gandeng BRIN Kembangkan Teknologi Hidrodinamika
Angka ini mendominasi hingga 60,9% dari total keseluruhan rancangan pagu. Jika disandingkan dengan APBN 2026 yang hanya sebesar Rp2.269,8 miliar, kucuran dana untuk program penelitian terhitung naik hingga dua kali lipat atau dengan tingkat persentase mencapai 116,3%.
Berbanding terbalik dengan program riset, porsi pendanaan untuk dukungan manajemen justru mengalami pemangkasan. Postur anggaran untuk program manajerial kelembagaan ini dicatatkan menyusut sebanyak 18,5% dari APBN 2026 yang sebelumnya sebesar Rp3.874,8 miliar.
Pada tahun depan, pos pengeluaran operasional internal ini hanya akan disokong dana sebanyak Rp3.158,2 miliar, atau dengan proporsi sebesar 39,1% dari total postur anggaran BRIN secara keseluruhan dalam RAPBN 2027.
Perubahan struktur pembiayaan ini menandai adanya pergeseran prioritas arah kebijakan BRIN pada tahun mendatang. Dalam APBN 2026, lembaga ini sebelumnya terlihat lebih menitikberatkan urusan perbaikan internal kelembagaan dengan menggemukkan porsi dana dukungan manajemen.
Kini, turunnya pagu manajerial yang diiringi dengan tumbuhnya alokasi riset hingga dua kali lipat menunjukkan adanya komitmen BRIN untuk menggenjot kinerja utamanya di bidang pengembangan sains.
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto memang telah menjanjikan penambahan porsi dana penelitian. Menurutnya, fondasi kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh tingkat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Kita koreksi diri kita sebagai bangsa, investasi kita di bidang research dan development sangat sedikit, jauh dari yang seharusnya. Ini koreksi kita, dan juga kita ke depan akan berusaha memperbaiki itu," tekadnya saat berbicara di hadapan 150 peneliti BRIN dan sejumlah pejabat negara di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Lebih lanjut, ia menyadari bahwa upaya meningkatkan dana riset dalam RAPBN 2027 membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Ia pun meyakini bahwa kebutuhan dana tersebut dapat ditambal melalui beberapa strategi efisiensi anggaran, mencakup upaya tegas dalam memberantas pelbagai praktik korupsi, menyetop celah penipuan seperti manipulasi nilai faktur atau under-invoicing, hingga perbaikan sistem tata kelola di seluruh kementerian, lembaga, maupun entitas perusahaan milik negara.
Baca Juga: Anggaran BMKG Turun 5% dalam RAPBN 2027
Sumber:
https://drive.google.com/file/d/1mUbNLalcb6aOhgPhOHW-QSiczOs8yb-Z/view?usp=sharing
Key Insights
- Kenaikan anggaran BRIN sebesar 31,3% menjadi Rp8.067,6 miliar di RAPBN 2027 menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat fondasi riset dan inovasi.
- Fokus anggaran BRIN bergeser drastis, dengan porsi riset naik 116,3% menjadi 60,9% dari total, mengindikasikan prioritas pada output ilmiah bukan administrasi.
- Pemangkasan anggaran dukungan manajemen sebesar 18,5% menunjukkan upaya BRIN untuk lebih ramping dan efisien dalam operasional internalnya.
- Pergeseran alokasi ini sejalan dengan janji Presiden Prabowo untuk meningkatkan investasi riset dan pengembangan sebagai kunci kemajuan bangsa.
Ditulis oleh Shahibah A
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
Indeks Demokrasi Liberal di ASEAN 2025, Indonesia Masih Tertinggal
Naik Turun Harga Emas Jakarta Januari-Agustus 2026
10 Wilayah Paling Rawan Bencana di Jawa Barat 2025