10 Gunung Berapi dengan Erupsi Terlama Sejak 1800, Dukono Indonesia Aktif Lebih dari 90 Tahun

Gunung Santa Maria menjadi yang terlama, sementara Dukono Indonesia mencatat aktivitas vulkanik lebih dari sembilan dekade.

Gunung Berapi dengan Erupsi Terlama Sepanjang Sejarah

(1800-2026)

Erupsi gunung berapi biasanya berlangsung dalam hitungan hari hingga bulan. Namun, berdasarkan data Volcanoes of the World, terdapat ratusan catatan erupsi sejak 1800 yang berlangsung sedikitnya selama 60 bulan berturut-turut.

Gunung dengan erupsi terlama adalah Santa Maria di Guatemala mencapai sekitar 104 tahun. Gunung ini mengalami erupsi sejak 1922 setelah mengalami letusan besar pada 1902.

Di posisi kedua terdapat Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara yang telah mengalami erupsi sekitar 93 tahun sejak 1933.

Dukono dikenal sebagai salah satu gunung api paling konsisten aktif di dunia dengan karakter letusan berupa semburan abu vulkanik yang terjadi berulang kali.

Posisi ketiga ditempati Stromboli di Italia dengan aktivitas sekitar 92 tahun. Gunung yang berada di Kepulauan Aeolian ini terkenal dengan letusan kecil yang berlangsung hampir terus-menerus sehingga mendapat julukan “Mercusuar Mediterania”.

Baca Juga: Jumlah Korban dan Dampak Bencana Erupsi Gunung Api di Indonesia 2025

Sementara itu, Sangay di Ekuador mencatat aktivitas sekitar 77 tahun dan menjadi salah satu gunung api paling aktif di kawasan Andes.

Kilauea di Amerika Serikat berada di urutan berikutnya dengan erupsi sekitar 72 tahun. Gunung api di Hawaii ini terkenal dengan aliran lava basaltik yang luas.

Jepang juga masuk daftar melalui Aira yang memiliki aktivitas sekitar 61 tahun dan berkaitan dengan sistem vulkanik Sakurajima di Kagoshima.

Selain itu, terdapat Erta Ale di Etiopia yang aktif sekitar 58 tahun dengan danau lava terkenalnya, Erebus di Antartika selama 53 tahun yang memiliki danau lava permanen, Nyiragongo di Republik Demokratik Kongo selama 50 tahun yang dikenal memiliki lava sangat cair, serta Victory di Papua Nugini dengan aktivitas sekitar 45 tahun.

Data ini menggunakan metode penghitungan berdasarkan basis data Volcanoes of the World, dengan durasi erupsi dihitung dari jumlah bulan antara tanggal mulai dan berhenti aktivitas. Jeda aktivitas kurang dari tiga bulan tidak dihitung sebagai penghentian erupsi, sedangkan jeda lebih dari tiga bulan dianggap sebagai periode erupsi baru.

Baca Juga: Daftar Gunung Api yang Paling Sering Erupsi di Indonesia di Tahun 2026

Sumber:

https://volcano.si.edu/faq/Longest_Eruptions.cfm

Key Insights

  • Erupsi Gunung Dukono selama 93 tahun menunjukkan bahwa Indonesia memiliki gunung api dengan aktivitas vulkanik jangka sangat panjang, menempati urutan kedua di dunia.
  • Karakteristik letusan Gunung Dukono berupa semburan abu vulkanik berulang menandakan potensi ancaman abu vulkanik persisten bagi masyarakat sekitar Halmahera Utara.
  • Metode penghitungan durasi erupsi yang memperbolehkan jeda hingga tiga bulan mengindikasikan bahwa "erupsi terus-menerus" masih mencakup periode hening singkat.
  • Adanya beberapa gunung api dengan danau lava permanen seperti Erebus dan Erta Ale menunjukkan fenomena vulkanik unik yang tidak hanya berupa letusan eksplosif.
  • Julukan "Mercusuar Mediterania" untuk Stromboli menyoroti bagaimana erupsi terus-menerus dapat menjadi fitur geografis ikonik dan bahkan panduan navigasi.
Daffa Shiddiq Al-Fajri
Ditulis oleh Daffa Shiddiq Al-Fajri

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc