Kecemasan merupakan salah satu emosi yang umum dialami manusia dalam menghadapi berbagai tantangan dan ketidakpastian hidup. Namun, tingkat kecemasan yang dirasakan masyarakat dapat berbeda-beda di setiap negara, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi ekonomi, sosial, politik, hingga lingkungan tempat tinggal.
Menurut laporan Gallup, Indonesia menempati posisi ketiga sebagai negara dengan tingkat kecemasan tertinggi. Sebanyak 38% responden mengaku mengalami kecemasan dalam periode survei.
Angka tersebut menempatkan Indonesia di bawah Kamboja (54%) dan Myanmar (44%).
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Angka Depresi Tertinggi
Sementara itu, Filipina mengekor tipis di bawah Indonesia dengan 36%, disusul oleh Tailan dengan tingkat kecemasan sebesar 35%. Singapura dan Laos sama-sama memiliki tingkat kecemasan di angka 33%. Malaysia mencatatkan 31%, sedangkan Vietnam jadi negara ASEAN dengan tingkat kecemasan terendah, hanya 16%.
Tingkat kecemasan suatu masyarakat tidak dapat dijelaskan oleh satu faktor saja. Kondisi ekonomi, keamanan pekerjaan, stabilitas sosial, kesehatan, hingga situasi politik dapat memengaruhi bagaimana seseorang memandang masa depan dan menghadapi tekanan kehidupan sehari-hari.
Selain itu, budaya juga berperan dalam membentuk cara masyarakat mengenali dan mengungkapkan emosi. Karena itu, perbedaan tingkat kecemasan antarnegara tidak selalu mencerminkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Penting untuk digarisbawahi bahwa survei ini tidak mengukur apakah suatu negara "lebih emosional" atau "lebih agresif" dibanding negara lain.
Gallup hanya mengukur persentase penduduk dewasa yang menjawab "ya" ketika ditanya apakah mereka mengalami perasaan cemas dan khawatir selama sebagian besar hari sebelumnya.
Dengan kata lain, indikator ini menggambarkan frekuensi pengalaman emosi khawatir dalam kehidupan sehari-hari, bukan tingkat kriminalitas, konflik sosial, atau karakter masyarakat secara keseluruhan.
Adapun data ini berasal dari Gallup World Poll 2024 yang dipublikasikan dalam laporan Global Emotions 2025.
Survei dilakukan terhadap populasi dewasa berusia 15 tahun ke atas di 144 negara dan wilayah menggunakan wawancara tatap muka maupun melalui telepon dengan sampel yang mewakili populasi nasional masing-masing negara.
Margin of error survei berada pada kisaran ±2,1 hingga ±5,4 poin persentase pada tingkat kepercayaan 95%, tergantung negara dan ukuran sampel.
Baca Juga: Korupsi Jadi Isu Utama yang Buat Anak Muda RI Marah
Sumber:
https://news.gallup.com/interactives/248240/global-emotions.aspx