IOM Serukan Penggalangan Dana, Afganistan Butuh US$200 Juta Guna Atasi Migrasi

Untuk mendukung program IOM atasi masalah migrasi, Afganistan berada pada posisi teratas yang paling banyak membutuhkan dana, capai US$200 juta

7 Negara yang Paling Membutuhkan Dana Terbanyak untuk Atasi Migrasi

(Tahun 2026)

International Organization for Migration (IOM) melalui Global Appeal 2026 menyampaikan kebutuhan dana yang harus diprioritaskan untuk mewujudkan program migrasi. Menurut IOM, migrasi berkaitan erat dengan kemiskinan, ketimpangan, hingga perubahan iklim maupun konflik, sehingga harus menjadi salah satu bagian dari solusi.

Saat ini terdapat 304 juta migran internasional, termasuk 168 juta pekerja migran di seluruh dunia. Migran kerap menghadapi kerentanan, menyebabkan perubahan pola mobilitas yang dinamis. Seiring berjalannya waktu, kebutuhan semakin meningkat di berbagai wilayah, namun sumber daya untuk memenuhinya semakin terbatas.

Untuk membantu 41 juta jiwa migrasi pada tahun 2026, dibutuhkan dana sebesar US$4,7 miliar. Senilai US$1,3 sudah terjamin dan terkumpul, namun masih terdapat kesenjangan hingga US$3,4 miliar.

IOM Strategic Plan 2024-2028 membutuhkan dana US$1,5 miliar untuk menyelamatkan nyawa dan melindungi orang yang sedang berpindah (tujuan strategis 1), US$1,5 miliar guna mendorong solusi pengungsian (tujuan strategis 2), dan US$1,3 miliar agar memudahkan jalur migrasi reguler (tujuan strategis 3).

Afghanistan dan Ukraina menjadi negara yang membutuhkan paling banyak dana untuk mengatasi permasalahan migrasi mencapai US$200,0 juta.

Sejak 2023, lebih dari 4 juta warga Afganistan yang sebelumnya tinggal di Iran dan Pakistan kembali ke negara asalnya. Dalam satu tahun pada 2025, terjadi lonjakan kepulangan hingga lebih dari 1,5 juta jiwa. Para migran kembali ke wilayahnya dengan sumber daya yang terbatas.

Mengingat kondisi pembatasan akses pendidikan, pekerjaan, hingga kebebasan beraktivitas di ruang publik terhadap perempuan di Afganistan, migran perempuan yang kembali harus beradaptasi dengan kondisi pembatasan hak-hak dasar tersebut

Baca Juga: Di Balik Tren Kenaikan PMI, Perempuan Jadi Tulang Punggung Migrasi Kerja Indonesia

Di sisi lain, per Desember 2025 IOM melaporkan terdapat 3,7 juta warga Ukraina masih menjadi pengungsi internal, berhadapan dengan kondisi hidup genting dengan ketidakamanan finansial sekaligus keterbatasan akses layanan.

Sudan menempati urutan ketiga dengan total dana yang dibutuhkan sebesar US$170,1 juta lebih, hampir selaras dengan dana Palestina senilai tepat US$170,0 juta. Sementara itu Bangladesh berada di urutan kelima dengan total dana sebanyak US$158,0.

Menutup daftar negara yang membutuhkan dana terbanyak untuk mengatasi migrasi, Irak dan Somalia masing-masing harus meraup hingga US$146,0 juta dan US$137,1 juta.

Baca Juga: 10 Negara Tujuan Utama Pekerja Migran Indonesia 2025

Sumber:

https://www.iom.int/msite/global-appeal-2026/

Zalfa Ronaa
Ditulis oleh Zalfa Ronaa

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc