Siswa Indonesia Masih Bergantung AI, 39% Siswa Jepang Justru Pilih Kerjakan Tugas Tanpa AI
Hasil PISA 2025 menyebut bahwa 39,1% siswa Jepang hampir tidak pernah gunakan AI untuk kerjakan tugas, tertinggi di dunia.
10 Negara Teratas yang Siswanya Pilih Kerjakan Tugas Tanpa AI
(PISA 2025)
Unduh
Transformasi digital membuat penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dalam dunia pendidikan terus meningkat. AI kini menjadi salah satu instrumen yang digunakan untuk mempermudah siswa mempelajari sesuatu secara singkat.
Menurut publikasi Programme for International Student Assessment (PISA) Result 2025 oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), chatbot AI telah digunakan mayoritas siswa di sebagian besar negara untuk mengerjakan tugas sekolah.
Menariknya, setelah menganalisis 91 negara dan wilayah ekonomi, termasuk seluruh anggota OECD dan 53 negara yang tidak, hasil PISA menunjukan bahwa siswa yang tidak menggunakan chatbot AI untuk mengerjakan tugas sekolah memiliki nilai pelajaran yang tinggi daripada yang menggunakannya.
Baca Juga: Dampak Era Digital, 1 dari 5 Siswa Indonesia Terganggu Perangkat Digital Saat Belajar
Jepang menjadi negara teratas yang siswanya tidak pernah atau hampir tidak pernah menggunakan chatbot AI untuk mengerjakan tugas sekolah, memperoleh persentase sebesar 39,1%. Terlampaui hampir kurang lebih 10%, Britania Raya mengikuti di bawahnya dengan persentase 28,3%.
Irlandia berada di urutan ketiga yang angkanya mencapai 27,5%, diikuti oleh Finlandia sebesar 26% dan Kanada sebanyak 22,7%.
Adapun Islandia menempati urutan keenam dengan persentase hingga 17,9%. Sementara itu, China yang diwakili oleh wilayah megapolitan Beijing, Shanghai, Jiangsu, dan Zheijian mendapatkan persentase 17,7%.
Urutan kedelapan hingga kesembilan diisi oleh Swedia sekaligus Hungaria dengan masing-masing persentase sebanyak 16,5% dan 16,4%.
Selandia Baru menjadi penutup daftar 10 negara yang siswanya tidak pernah atau hampir tidak pernah menggunakan AI untuk mengerjakan tugas, persentasenya menyentuh angka 16,2%, hanya selisih sedikit dari negara sebelumnya.
Di sisi lain, secara keseluruhan Indonesia berada di urutan ke-66 dengan 7,4% siswa yang tidak pernah menggunakan AI untuk menyelesaikan tugas, hanya selisih 3,3% dengan negara terbawah, yakni Vietnam. Angka tersebut berada di bawah rata-rata negara OECD, menunjukkan bahwa siswa Indonesia bergantung kepada AI saat mengerjakan tugas sekolah.
Kendati demikian, siswa yang melaporkan menggunakan AI secara moderat mendapatkan nilai sedikit lebih tinggi berdasarkan hasil PISA dibandingkan siswa yang jarang menggunakan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa sesungguhnya alat digital dapat mendukung pembelajaran jika digunakan dengan tujuan yang jelas dan dalam batas wajar.
Baca Juga: PISA 2025: Sekolah di ASEAN Masih Kekurangan Teknologi Digital, Indonesia Masuk Daftar
Sumber:
https://www.oecd.org/en/publications/pisa-2025-results-volume-i_73451bc5-en.html
Ditulis oleh Zalfa Ronaa
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
Perkembangan Tingkat Kerawanan Pangan di Indonesia 5 Tahun Terakhir
Sebaran Penduduk Jakarta Menurut Agama yang Dianut
10 Provinsi Paling Rukun Beragama 2025, Kalimantan Utara Teratas
5 Sup Terbaik di Asia Versi Taste Atlas, Ada Soto Betawi!