10 Daerah dengan Persentase Keterlibatan Perempuan Terendah di Parlemen Jawa Timur 2025
Bangkalan memiliki keterlibatan perempuan terendah di parlemen Jawa Timur sebesar 2%, disusul Pamekasan 2,22% dan Sumenep 8%.
10 Daerah dengan Persentase Keterlibatan Perempuan Terendah di Parlemen Jawa Timur
(Tahun 2025)
Unduh
Keterlibatan perempuan dalam politik menjadi salah satu indikator penting dalam melihat keberagaman representasi di lembaga legislatif. Kehadiran perempuan di parlemen juga membuka ruang bagi perspektif yang lebih beragam dalam proses penyusunan kebijakan publik.
Baca Juga: 7 Provinsi dengan Keterlibatan Perempuan di Parlemen Paling Sedikit, Papua Dominasi
Di Jawa Timur, tingkat keterlibatan perempuan di parlemen pada 2025 tercatat sebesar 20%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang terakhir diperbarui pada 27 Agustus 2026, terdapat sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur dengan persentase keterlibatan perempuan di parlemen yang masih berada di bawah angka provinsi.
Kabupaten Bangkalan mencatat persentase keterlibatan perempuan paling rendah di Jawa Timur pada 2025, yakni hanya 2%. Artinya, dari keseluruhan anggota parlemen daerah tersebut, proporsi perempuan berada pada angka yang sangat kecil.
Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Pamekasan dengan persentase sebesar 2,22%. Angka ini hanya terpaut 0,22 poin persentase dari Bangkalan. Sementara itu, Kabupaten Sumenep mencatat keterlibatan perempuan sebesar 8%, disusul Kabupaten Sampang dengan 8,89%.
Di wilayah lain, Kabupaten Pacitan memiliki persentase sebesar 9,30%. Selanjutnya, Kabupaten Trenggalek mencatat 11,11%, sedangkan Kabupaten Gresik dan Kota Blitar sama-sama berada pada angka 12%.
Kabupaten Magetan menempati posisi berikutnya dengan 13,33%. Sementara itu, Kabupaten Tulungagung melengkapi daftar 10 daerah dengan persentase keterlibatan perempuan terendah di Jawa Timur, yakni sebesar 14%.
Data ini tidak hanya menunjukkan perbedaan angka, tetapi juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi upaya memperluas keterwakilan perempuan dalam politik. Peningkatan akses, kesempatan, dan dukungan bagi perempuan untuk terlibat dalam proses politik dapat menjadi bagian dari langkah tersebut.
Dengan ruang partisipasi yang semakin terbuka, keterlibatan perempuan dalam parlemen di Jawa Timur masih memiliki peluang untuk terus meningkat. Perubahan tersebut dapat dimulai dari penguatan kesempatan yang setara agar lebih banyak perempuan dapat berkontribusi dalam pengambilan keputusan publik.
Baca Juga: Persentase Anggota Legislatif Perempuan Turun pada 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDY0IzI=/keterlibatan-perempuan-di-parlemen.html
Ditulis oleh Annisa Rendanianti
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
PDB ADHB Perikanan Indonesia Tembus Rp167 Triliun pada Triwulan II 2026
10 Wilayah yang Paling Sering Konsumsi Pecelan di Indonesia 2025