7 Komoditas Perikanan Budi Daya dengan Produksi Terbesar Triwulan II 2026, Nila Pimpin Produksi
Nila memimpin produksi perikanan budi daya Triwulan II 2026 dengan total 394,26 ribu ton dengan laju pertumbuhan 11,18%.
7 Komoditas Perikanan Budi Daya dengan Produksi Terbesar
(Triwulan II 2026)
Unduh
Budi daya perikanan merupakan kegiatan memelihara dan membesarkan organisme perairan dalam lingkungan yang dikelola untuk menghasilkan komoditas konsumsi.
Pola produksi ini memberi ruang bagi pelaku usaha untuk mengatur pakan, kepadatan, hingga waktu panen sehingga kegiatan perikanan dapat dikembangkan secara lebih terencana.
Model tersebut menjadikan budi daya sebagai motor ekonomi perikanan yang tertinggi dan terukur, sehingga pembudidaya mampu menyesuaikan hasil produksi dengan kebutuhan pasar secara optimal.
Adapun perkembangan produksi tersebut terekam dalam Rilis Data Kelautan dan Perikanan Triwulan II 2026. Angkanya masih berupa estimasi yang dihitung menggunakan metode Double Exponential Smoothing (DES) dan Moving Average (MA).
Baca Juga: Peta Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan Indonesia 2017-2026, Nelayan Terbanyak
Produksi perikanan nasional Triwulan II 2026 mencapai 6,78 juta ton, tumbuh 6,74% dibandingkan Triwulan II 2025. Perikanan budi daya menyumbang 4,99 juta ton atau tumbuh sebesar 7,11%.
Jika dirincikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memasukkan berbagai komoditas air tawar, payau, hingga laut ke dalam kelompok besar "Ikan" dalam sistem statistik perikanan budi daya.
Berdasarkan klasifikasi tersebut, komoditas nila menjadi yang terbesar pada Triwulan II 2026 dengan volume produksi menembus 394,26 ribu ton, diiringi laju pertumbuhan yang cukup baik sebesar 11,18%.
Menyusul di posisi kedua, udang membukukan angka 336,93 ribu ton atau naik 4,26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pergerakan impresif ditunjukkan oleh lele di urutan ketiga dengan perolehan 264,27 ribu ton, sekaligus mencatatkan lonjakan paling tajam hingga menyentuh 18,82%.
Menempel ketat di bawahnya, produksi bandeng mengalirkan pasokan sebesar 232,36 ribu ton dengan pertumbuhan di kisaran 2,33%.
Pendataan berlanjut pada komoditas patin yang menyumbang 114,33 ribu ton melalui kenaikan tipis sebesar 0,81%.
Rangkaian rincian ini akhirnya ditutup oleh gurame yang menyetor volume 37,89 ribu ton dengan capaian pertumbuhan di level 2,26%.
Melalui pertumbuhan positif dan komoditas unggulan seperti nila, udang, serta lele, perikanan budi daya kian kokoh sebagai pilar strategis penggerak ekonomi dan penyokong ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Sulawesi Utara Jadi Konsumen Ikan Terbesar 2025
Sumber:
https://portaldata.kkp.go.id/portals/publikasi/rilis
Ditulis oleh Rosita Fatimah Azahra
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini: