Bukan Sekadar Hiburan, Ini 10 Alasan Publik RI Mendengarkan Konten Audio

Mendapatkan berita terbaru menjadi alasan utama publik RI mendengarkan konten audio, diikuti hiburan dan keperluan belajar.

10 Alasan Publik RI Mengonsumsi Konten Audio

(Tahun 2026)

Konten audio semakin dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia. Kehadirannya kini tidak lagi terbatas pada radio dan musik, tetapi berkembang ke berbagai platform digital, seperti podcast, video podcast, layanan streaming, dan media sosial. Perubahan ini membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan konten yang ingin dikonsumsi.

Baca Juga: Platform Video yang Sering Ditonton Pengguna Internet Indonesia 2026, YouTube Teratas!

Berdasarkan survei Populix yang melibatkan 1.075 pengguna internet di Indonesia yang tersebar di 34 provinsi dan dilakukan secara daring melalui panel Populix pada 1-3 September 2026, sebanyak 1.048 responden mengonsumsi konten audio dalam 30 hari terakhir menunjukkan bahwa alasan masyarakat mendengarkan audio cukup beragam. Tidak hanya untuk hiburan, konten audio juga banyak dimanfaatkan untuk memperoleh informasi, belajar, hingga memperbaiki suasana hati.

Alasan paling banyak dipilih adalah mendapatkan berita terbaru, yakni sebesar 74% responden. Hal ini menunjukkan bahwa audio masih menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk mengikuti perkembangan informasi tanpa harus terus melihat layar.

Di posisi kedua, hiburan menjadi alasan bagi 70% responden. Konten audio dinilai praktis untuk menemani waktu luang maupun berbagai kegiatan lainnya. Selanjutnya, belajar mengenai suatu topik dipilih oleh 63% responden. Angka ini menunjukkan bahwa konten audio tidak hanya berfungsi sebagai media rekreasi, tetapi juga menjadi sarana untuk menambah pengetahuan.

Sebanyak 58% responden mengatakan mereka mendengarkan audio untuk bersantai atau meningkatkan suasana hati. Sementara itu, 46% lainnya menggunakannya untuk mengisi waktu atau mengusir kebosanan.

Konten audio juga banyak didengarkan ketika masyarakat sedang melakukan aktivitas lain. Sebanyak 44% responden menyebut menemani saat mengerjakan kegiatan lain sebagai salah satu alasannya. Kemudian, 38% responden mendengarkan audio karena merasa ditemani.

Alasan berikutnya adalah menemukan sesuatu yang baru, yang dipilih oleh 29% responden. Sementara itu, informasi lokal menjadi alasan bagi 24% responden untuk mengonsumsi konten audio.

Sebanyak 21% responden juga menyebut audio sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari. Dengan demikian, audio tidak selalu dikonsumsi secara khusus, tetapi dapat menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dalam menjalani aktivitas.

Hasil survei tersebut memperlihatkan bahwa kebiasaan mengonsumsi audio semakin menyatu dengan keseharian masyarakat. Format yang dapat dinikmati sambil melakukan aktivitas lain membuat audio memiliki ruang tersendiri di tengah padatnya rutinitas. Kondisi ini juga membuka peluang bagi kreator dan penyedia platform untuk menghadirkan konten yang semakin beragam, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan pendengar.

Baca Juga: Rekomendasi Platform buat Mendengarkan Podcast di Indonesia 2026

Sumber:

https://populix.co/id/data-hub/reports/audio-media-after-algorithms-how-audiences-choose-radio-podcasts-and-audio-content-in-indonesia

Annisa Rendanianti
Ditulis oleh Annisa Rendanianti

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc