DPR dan Partai Politik Jadi Lembaga dengan Kepercayaan Publik Terendah Agustus 2026

TNI meraih kepercayaan publik tertinggi sebesar 67,9%, sedangkan DPR terendah dengan 46,2%.

Tingkat Kepercayaan Publik terhadap Lembaga Negara dan Institusi Demokrasi

(Agustus 2026)

Kepercayaan publik menjadi salah satu gambaran penting untuk melihat bagaimana masyarakat menilai lembaga negara dan institusi demokrasi. Tingginya kepercayaan menunjukkan adanya keyakinan masyarakat terhadap peran dan kinerja lembaga, sementara tingkat kepercayaan yang rendah dapat menjadi sinyal perlunya evaluasi.

Baca Juga: 7 Lembaga yang Paling Dipercaya Publik RI 2026, TNI Tertinggi

Dalam survei nasional Poltracking Indonesia pada Agustus 2026, tingkat kepercayaan publik terhadap sejumlah lembaga negara dan institusi demokrasi masih menunjukkan perbedaan yang cukup lebar. TNI menjadi lembaga dengan tingkat kepercayaan tertinggi, sedangkan DPR dan partai politik berada di posisi terbawah.

Survei tersebut dilakukan secara tatap muka pada 14-20 Agustus 2026 terhadap 1.220 responden yang memiliki hak pilih. Pengambilan sampel menggunakan stratified multistage random sampling dengan margin of error ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Hasilnya, Tentara Nasional Indonesia (TNI) meraih tingkat kepercayaan sebesar 67,9%, disusul Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan 58,8% serta Presiden dan Wakil Presiden (Lembaga Kepresidenan) sebesar 57,7%.

Selanjutnya, kepercayaan terhadap Mahkamah Agung (MA) mencapai 57,4%, sedangkan Mahkamah Konstitusi (MK) 56,5% dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) 56,2%.

Adapun Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memperoleh 55,5%, kemudian Kejaksaan Agung sebesar 55,3% dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan 54,5%.

Di sisi lain, Badan Intelijen Negara (BIN) mencatat 53,6%, sementara Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) 51,9% serta Komisi Yudisial (KY) 50,8%. Berikutnya, tingkat kepercayaan terhadap Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebesar 50,0%.

Di bawah angka 50%, terdapat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan tingkat kepercayaan 49,3%. Partai politik berada sedikit lebih rendah dengan 48,3%. Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjadi lembaga dengan tingkat kepercayaan terendah, yakni 46,2%. Di antara 16 lembaga yang diukur, kedua institusi politik tersebut menjadi satu-satunya yang tingkat kepercayaannya berada di bawah 50%.

Rendahnya kepercayaan terhadap DPR dan partai politik juga sejalan dengan temuan lain dalam survei tersebut. Sebanyak 47,2% publik mengaku tidak merasa terwakili oleh partai politik saat ini, sementara hanya 29,9% yang merasa terwakili. Pada saat yang sama, 58,5% masyarakat menilai keberadaan partai oposisi yang kritis terhadap pemerintah penting.

Artinya, publik tetap melihat pentingnya peran politik dalam demokrasi, tetapi ekspektasi terhadap lembaga dan aktor politik belum sepenuhnya terjawab. Rendahnya kepercayaan terhadap DPR dan partai politik dapat menjadi sinyal bahwa fungsi representasi, pengawasan, serta penyerapan aspirasi perlu semakin terlihat dalam kehidupan masyarakat.

Baca Juga: Kilas Balik Parpol Pemenang Pemilu Indonesia 1955-2024

Sumber:

https://poltracking.com/rilis-temuan-survei-nasional-tatap-muka-poltracking-indonesia-membaca-tren-kepuasan-publik-terhadap-pemerintahan-prabowo-gibran/

Annisa Rendanianti
Ditulis oleh Annisa Rendanianti

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc