43% Gen Z Lebih Tertarik Konten Data Visual Saat Membahas Isu Sosial
Sebanyak 43% Gen Z tertarik pada data dan fakta visual saat membahas isu sosial, mengungguli konten humor/meme, pernyataan resmi, dan berita formal.
Jenis Konten yang Paling Menarik Perhatian Gen Z pada Isu Sosial
(Tahun 2026)
Unduh
Cara masyarakat Indonesia mengikuti isu sosial terus berubah seiring dengan semakin cepatnya arus informasi di ruang digital. Isu yang sebelumnya banyak dibahas melalui forum formal, pemberitaan media, atau pernyataan lembaga kini dapat menyebar luas hanya melalui sebuah unggahan singkat di media sosial. Bagi generasi muda, penyajian informasi tidak hanya ditentukan oleh topiknya, tetapi juga bagaimana pesan tersebut dikemas agar menarik perhatian.
Baca Juga: Bukan TV Lagi, 52% Gen Z Global Baca Berita Lewat Media Sosial
Berdasarkan Indonesia Millennial & Gen Z Report 2027 yang dilaksanakan oleh IDN Research Institute, konten data dan fakta yang disajikan secara visual menjadi jenis konten isu sosial yang paling menarik perhatian. Sebanyak 41% responden secara keseluruhan memilih format tersebut, mengungguli humor atau meme yang membahas isu serius serta pernyataan resmi dari pemerintah atau lembaga, yang masing-masing dipilih 34% responden.
Ketertarikan terhadap konten visual terlihat lebih kuat pada kelompok Gen Z. Sebanyak 43% Gen Z berusia 16-30 tahun menyatakan lebih tertarik pada data dan fakta yang disajikan secara visual. Persentase ini sedikit lebih tinggi dibandingkan kelompok milenial berusia 31-45 tahun yang mencapai 40%.
Ketertarikan tersebut menunjukkan bahwa Gen Z tidak hanya membutuhkan informasi mengenai suatu isu, tetapi juga cara penyampaian yang membuat informasi tersebut lebih mudah dicerna. Grafik, infografik, diagram, maupun visualisasi angka dapat membantu menyederhanakan informasi yang kompleks sehingga lebih cepat dipahami.
Setelah konten data visual, 38% Gen Z memilih humor atau meme yang membahas isu serius. Angka ini menunjukkan bahwa pendekatan yang lebih ringan juga memiliki daya tarik ketika digunakan untuk menyampaikan persoalan sosial. Humor dapat membuat topik yang berat terasa lebih dekat dengan keseharian audiens tanpa harus menghilangkan substansi isu yang dibahas.
Sementara itu, 31% Gen Z tertarik pada pernyataan resmi dari pemerintah atau lembaga. Kemudian, 27% memilih video pendek yang memuat cerita pribadi dari warganet. Konten berupa utas yang ditulis warga biasa dipilih oleh 19% Gen Z, sedangkan pemberitaan formal dari media menjadi pilihan 18% responden.
Jika dibandingkan dengan Milenial, ketertarikan Gen Z terhadap data visual sedikit lebih tinggi. Perbedaan ini memperlihatkan bahwa format informasi dapat memengaruhi cara generasi muda berinteraksi dengan isu sosial. Gen Z cenderung memiliki pilihan yang lebih beragam, dengan perhatian kuat pada konten visual dan humor.
Dengan preferensi tersebut, visualisasi data dapat menjadi salah satu pendekatan efektif untuk memperkenalkan isu sosial kepada Gen Z, terutama ketika informasi yang disampaikan memiliki banyak angka atau fakta yang perlu dipahami dengan cepat.
Adapun penelitian ini menggunakan metode mixed methods dengan melibatkan 628 responden, yang terdiri atas 349 Gen Z dan 279 Milenial. Survei dilakukan dalam dua gelombang menggunakan purposive sampling dengan stratifikasi status sosial ekonomi atau SES. Penelitian juga dilengkapi wawancara mendalam serta triangulasi data sekunder nasional dan tren digital.
Baca Juga: Kesehatan dan Gaya Hidup Jadi Konten Berita Favorit Publik RI 2026
Sumber:
https://report.idnresearchinstitute.com/report-library/indonesia-millennial-%26-gen-z-report-2027
Ditulis oleh Annisa Rendanianti
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
Jajaran Mal Terbesar di Setiap Negara ASEAN