Negara Paling Makmur di Asia Tenggara Berdasarkan PDB per Kapita 2026, Indonesia Nomor Berapa?
Singapura berhasil menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan tingkat kemakmuran tertinggi di Asia Tenggara dengan PDB per kapita sebesar US$98 ribu.
Pendapatan per Kapita Negara ASEAN
(Tahun 2026)
Unduh
Bank Dunia kembali memetakan tingkat kesejahteraan riil masyarakat di kawasan Asia Tenggara. Pengukuran indikator ini didapat melalui pembagian total produk domestik bruto dengan jumlah populasi suatu negara. Kalkulasi tersebut mengungkap ketimpangan ekstrem karena pendapatan warga di peringkat pertama menembus 66 kali lipat dari urutan terbawah.
Posisi puncak kemakmuran di kawasan ini dipegang oleh Singapura lewat pendapatan per kapita US$98.814 per tahun. Pencapaian hampir seratus ribu dolar ini terwujud berkat efisiensi skala populasi dan statusnya sebagai pusat finansial dunia.
Tepat di bawahnya, Brunei Darussalam menyusul dengan tingkat pendapatan sebesar US$32.235 per kapita. Perekonomian negara ini sangat bertumpu pada kekayaan industri minyak bumi dan gas alam cair. Hasil melimpah dari komoditas tersebut dibagi kepada kurang dari 500 ribu penduduk sehingga memicu tingkat kemakmuran tinggi.
Baca Juga: Proyeksi Pertumbuhan GDP Negara ASEAN 2026 dan 2027
Beralih ke urutan ketiga, Malaysia hadir mewakili kelompok negara berkembang dengan nilai pendapatan rata-rata US$13.125 per tahun. Daya beli warganya melampaui rata-rata regional berkat sokongan dari kematangan industri semikonduktor serta kemajuan sektor jasa.
Selisih angka yang cukup jauh kemudian menempatkan Tailan pada posisi keempat lewat raihan US$8.057. Pemasukan per kapita ini banyak disokong oleh pesatnya pertumbuhan industri manufaktur berat seperti otomotif. Sektor pariwisata internasional yang mulai pulih juga ikut menggerakkan roda ekonomi warga di sana.
Lompatan paling mengejutkan pada kelas menengah kemudian dicetak oleh Vietnam dengan pendapatan US$5.066 per tahun. Kesejahteraan warga mereka meroket tajam akibat derasnya aliran investasi asing pada industri elektronik.
Ketatnya persaingan tersebut memaksa Indonesia turun ke peringkat keenam dengan raihan US$5.060 per kapita. Kekuatan tanah air sebagai ekonomi terbesar se-Asia Tenggara rupanya harus terbagi oleh populasi raksasa melampaui 280 juta jiwa. Angka ini setidaknya mempertegas status Indonesia yang kini stabil dalam kelompok berpendapatan menengah atas.
Menyusul ketat di urutan ketujuh, Filipina menorehkan catatan kesejahteraan warga sebesar US$4.171 setiap tahun. Pemasukan masyarakat setempat sangat bergantung pada industri jasa lokal serta besarnya kiriman uang dari pekerja migran.
Memasuki batas lapis bawah, Kamboja mengisi peringkat kedelapan lewat angka pendapatan US$2.872. Perekonomian masyarakat di wilayah ini sebagian besar hanya didorong oleh upah minimum dari sektor padat karya. Warga menjadikan pabrik garmen dan alas kaki berorientasi ekspor sebagai tumpuan utama hidup mereka.
Pertumbuhan penghasilan yang bergerak jauh lebih lambat dialami oleh Laos pada level US$2.325 per tahun. Devisa dari proyek ekspor tenaga air ternyata butuh waktu lama untuk mengalir ke warga yang mayoritas bertani.
Penurunan angka kesejahteraan kembali terlihat pada Myanmar di urutan kesepuluh dengan rata-rata US$1.489 per kapita. Situasi politik domestik yang penuh ketidakpastian sangat menghambat arus investasi masuk dari luar negeri. Kondisi tersebut pada akhirnya terus menekan perputaran bisnis sekaligus merugikan pendapatan riil masyarakat sipil.
Melengkapi posisi juru kunci, Timor-Leste berada di peringkat kesebelas dengan angka US$1.341 per tahun. Pemasukan uang tunai warga sangat dipengaruhi oleh harga jual ekspor komoditas premium seperti kopi organik.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Negara G20, Based on Pertumbuhan GDP per 2000 - 2024
Sumber:
https://worldstats.io/rankings/highest-gdp/asia
Key Insights
- Ketimpangan ekstrem di Asia Tenggara terlihat dari pendapatan per kapita Singapura yang 66 kali lipat lebih tinggi dibanding Timor-Leste.
- Ketergantungan ekonomi Brunei pada migas dan populasi kecil secara signifikan mendongkrak pendapatan per kapita menjadi US$32.235.
- Indonesia, sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, memiliki pendapatan per kapita yang relatif moderat di US$5.060 karena populasi yang sangat besar.
- Vietnam menunjukkan pertumbuhan pesat, dengan pendapatan per kapita mencapai US$5.066, didorong oleh investasi asing di industri elektronik.
- Negara-negara seperti Kamboja dan Laos masih sangat bergantung pada sektor padat karya dan pertanian, sehingga pendapatan per kapita mereka tertinggal jauh.
Ditulis oleh Demas Reyhan Adritama
IT & Sports Enthusiast
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
Produksi Perikanan Indonesia Tembus 6,78 Juta Ton pada Triwulan II 2026
RAPBN 2027: Otorita IKN Dipagu Rp6,7 Triliun, Fokus Pengembangan Kawasan
Jadi Brand Thai Tea Terfavorit, Ini 10 Alasan Publik RI Pilih Chatime