Konsumsi Rumah Tangga Sumbang 53% PDB Indonesia pada Triwulan II 2026
Konsumsi rumah tangga menyumbang 53,32% PDB Indonesia pada Triwulan II 2026, tertinggi dibanding komponen pengeluaran lainnya.
Konsumsi rumah tangga menyumbang 53,32% PDB Indonesia pada Triwulan II 2026, tertinggi dibanding komponen pengeluaran lainnya.
Pertumbuhan PDB Indonesia pada Triwulan II 2026 tercatat sebesar 5,29%, turun dari periode triwulan sebelumnya yang sempat menyentuh 5,61%.
Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar PDB Indonesia pada Triwulan II 2026 dengan kontribusi 18,50%.
Pengeluaran konsumsi pemerintah tumbuh paling pesat sebesar 15,97%, tetapi kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 1,07%
Konsumsi rumah tangga menjadi kontributor terbesar PDB Indonesia 2025 dengan porsi 53,88% atau senilai Rp12.834,8 triliun dari total ekonomi nasional
Pada 2025, industri pengolahan menjadi kontributor terbesar PDB Indonesia dengan persentase 19,07% atau senilai Rp4.541,5 triliun
GDP Indonesia diproyeksi tumbuh 4,7% pada tahun 2026 dan akan terus naik 5,2% pada tahun 2027, menurut World Bank
Kontribusi negatif Papua Tengah -6,44% menjadi faktor yang menahan laju pertumbuhan ekonomi Maluku dan Papua pada 2025
Ekonomi di Pulau Jawa tumbuh sebesar 5,30%, Jakarta dan Jawa Timur beri kontribusi terbesar
Daerah dengan PDRB yang besar memiliki sumber daya ekonomi kuat, begitu pun sebaliknya
Pertumbuhan ekonomi Indonesia sedikit melambat pada Kuartal III 2025 menjadi 5,04%
Afrika Selatan jadi negara terkaya di Afrika, dengan PDB mencapai US$426,38 miliar per 2025
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,12% pada Triwulan II-2025 Simak tren PDB terkini, perbandingan antar kuartal, dan total nilai ekonomi nasional menurut data resmi BPS
DKI Jakarta, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara jadi provinsi terkaya dengan PDRB per kapita tertinggi 2024
Adanya tren peningkatan PDB per kapita Indonesia tahun 2020-2024 yang konsisten baik dalam harga berlaku (ADHB) maupun harga konstan (ADHK 2010)
GDP China pada proyeksi 2025 mencapai US$19,53 triliun, sementara GDP Indonesia hanya sebesar US$1,49 triliun, bertengger di urutan ke-5 di BRICS
PDB dunia pada 2023 adalah $105.022.738 juta yang setara dengan Rp1.717 triliun, naik sekitar 4,1% dari tahun sebelumnya
Kontribusi nilai tambah industri manufaktur terhadap PDB Indonesia menurun selama satu dekade terakhir
Petani milenial merupakan motor pendorong keberlangsungan pertanian di Indonesia. Pemanfaatan teknologi digital dan modern, dapat meningkatkan nilai tambah
IMF melaporkan rasio utang terhadap PDB Indonesia sebesar 40,5% pada 2024, terendah kelima di Asia Tenggara
atau masuk dengan akun media sosial