10 Bandara Tersibuk di Asia Tenggara 2026, Soekarno-Hatta Posisi Ke-2
Singapore Changi menjadi bandara dengan kapasitas kursi penerbangan terbesar di Asia Tenggara pada September 2026.
10 Bandara Tersibuk di ASEAN
(September 2026)
Unduh
Berdasarkan data kapasitas penerbangan terjadwal September 2026 dari Official Airline Guide (OAG), Singapore Changi Airport jadi bandara tersibuk di kawasan Asia Tenggara dengan kapasitas mencapai 3,45 juta kursi penerbangan.
Posisi kedua ditempati oleh Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta) dengan total kapasitas 3,24 juta kursi, meningkat 6,1% dibandingkan September 2025.
Sementara itu, Kuala Lumpur International Airport berada di peringkat ketiga dengan kapasitas 3,18 juta kursi, meski mengalami penurunan 2,6% secara tahunan.
Di posisi keempat terdapat Suvarnabhumi Airport Bangkok dengan kapasitas 3,01 juta kursi, disusul Ninoy Aquino International Airport Manila sebanyak 2,37 juta kursi.
Dua bandara Vietnam juga masuk dalam daftar, yaitu Tan Son Nhat International Airport Ho Chi Minh City dengan 2,19 juta kursi dan Noi Bai International Airport Hanoi dengan 1,83 juta kursi.
Dari sisi pertumbuhan tahunan, Noi Bai Airport Hanoi menjadi bandara dengan peningkatan kapasitas tercepat dalam daftar 10 besar, yakni naik 9,3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Don Mueang International Airport mengisi bangku kedelapan dengan 1,4 juta kursi, diikuti dua bandara di Indonesia, yakni I Gusti Ngurah Rai International Airport dan Sultan Hasanuddin International Airport dengan masing-masing 1,27 juta dan 0,94 juta kursi.
Baca Juga: Kepuasan Jemaah Haji Indonesia 2026 Capai 83,28, Bandara Lombok Catat Nilai Tertinggi
Selain Hanoi, beberapa bandara yang mencatat pertumbuhan positif adalah Soekarno-Hatta Jakarta (+6,1%), Sultan Hasanuddin Makassar (+4,6%), Tan Son Nhat Ho Chi Minh City (+4,0%), dan Suvarnabhumi Bangkok (+2,1%).
Sementara itu, kapasitas penerbangan di beberapa bandara besar mengalami penurunan. Don Mueang Bangkok turun sebesar 6,8%, menjadi penurunan terbesar di antara 10 bandara utama. Penurunan juga terjadi di Manila (-2,7%), Kuala Lumpur (-2,6%), dan Denpasar-Bali (-2,3%).
Secara keseluruhan, kapasitas kursi penerbangan Asia Tenggara mencapai 48 juta kursi pada September 2026, meningkat 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kapasitas domestik tumbuh lebih cepat dengan kenaikan 3,5% menjadi 21,5 juta kursi, sementara kapasitas internasional naik tipis 0,7% menjadi 26,5 juta kursi.
Indonesia menjadi pasar penerbangan terbesar di Asia Tenggara dengan total kapasitas 10,83 juta kursi, meningkat 7,3% secara tahunan. Tailan berada di posisi kedua dengan 6,62 juta kursi, sementara Vietnam menjadi negara dengan pertumbuhan tercepat di antara lima pasar terbesar dengan kenaikan 9,2%.
Data ini menggunakan OAG Scheduled Capacity Data September 2026, yang mengukur kapasitas penerbangan berdasarkan jumlah kursi yang tersedia pada jadwal penerbangan komersial. Peringkat bandara disusun berdasarkan total kursi penerbangan yang tersedia, bukan jumlah penumpang aktual maupun pergerakan pesawat.
Baca Juga: Harga Avtur Turun 1 Agustus! Apakah Tiket Pesawat Ikut Turun?
Sumber:
https://www.oag.com/south-east-asia-aviation-flight-data
Key Insights
- Meskipun Soekarno-Hatta menduduki peringkat kedua, pertumbuhan 6,1% menunjukkan potensi besar untuk menggeser dominasi Changi di masa mendatang.
- Penurunan kapasitas di Kuala Lumpur dan Manila mengindikasikan pergeseran pusat aktivitas penerbangan di Asia Tenggara.
- Pertumbuhan pesat di Noi Bai Hanoi sebesar 9,3% menunjukkan Vietnam menjadi pemain baru yang signifikan dalam industri penerbangan regional.
- Kapasitas domestik yang tumbuh lebih cepat dari internasional di Asia Tenggara menandakan pemulihan pariwisata dan mobilitas internal pasca-pandemi.
- Dominasi Indonesia sebagai pasar penerbangan terbesar dengan pertumbuhan 7,3% mengukuhkan posisinya sebagai lokomotif utama di regional.
Ditulis oleh Daffa Shiddiq Al-Fajri
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini: