RAPBN 2027: Pendapatan SDA Migas Ditargetkan Capai Rp129 T
Target pendapatan SDA migas pada tahun 2027 turun 5,9% dari outlook 2026 yang mencapai Rp138,1 triliun.
Tren Pendapatan SDA Migas
(2022-2027)
Unduh
Merujuk pada Buku II Nota Keuangan beserta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran (TA) 2027, pemerintah menetapkan target pendapatan sumber daya alam (SDA) minyak dan gas bumi (migas) untuk tahun mendatang sebesar Rp129,9 triliun.
Pencapaian target penerimaan migas tersebut menunjukkan penurunan sebesar 5,9% apabila dibandingkan dengan outlook 2026. Hingga akhir tahun berjalan ini, proyeksi realisasi pendapatan SDA migas diestimasi menyentuh angka Rp138,1 triliun.
Jika menilik realisasinya dalam empat tahun terakhir, realisasi penerimaan SDA migas memperlihatkan tren yang cukup berfluktuasi.
Baca Juga: Kilas Balik Impor Indonesia Semester I 2026: Naik Tajam, Migas Jadi Sorotan
Mulanya, Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2022 mencatatkan realisasi pendapatan SDA migas sukses menembus nominal Rp158,8 triliun. Capaian ini menobatkan tahun 2022 sebagai periode dengan penerimaan SDA migas paling tinggi dalam rentang waktu tersebut.
Namun sayangnya, performa positif pendapatan sektor migas ini tidak bertahan pada tahun 2023. Penerimaan SDA migas mengalami penyusutan 23,9% sehingga menjadi Rp120,8 triliun. Kontraksi ini sekaligus tercatat sebagai persentase penurunan penerimaan negara dari sektor migas yang paling besar dalam kurun empat tahun terakhir.
Merosotnya capaian tersebut dipicu oleh melandainya harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sepanjang tahun 2023 yang rata-ratanya hanya mampu menyentuh angka US$78,4 per barel.
Fase penurunan ini terus terjadi hingga periode berikutnya. Memasuki tahun 2024, realisasi pendapatan migas kembali tergerus 4,4% dan menyusut ke angka Rp115,4 triliun.
Tidak berhenti di situ. Pada tahun 2025, catatan penerimaan SDA migas negara mengalami penurunan sebesar 6,8% dari tahun sebelumnya hingga hanya meraup Rp107,5 triliun, sekaligus menjadikannya sebagai periode dengan pendapatan SDA migas terendah dalam empat tahun ke belakang.
Kendati demikian, outlook 2026 mengestimasikan pendapatan SDA migas mampu kembali mengalami kenaikan sebanyak 28,5% sebelum akhirnya kembali diproyeksikan menurun dalam RAPBN 2027.
Kembali menguatnya penerimaan migas pada tahun 2026 ini ditopang oleh tren kenaikan ICP, peningkatan volume lifting gas bumi, serta faktor pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berimbas positif pada pencatatan pendapatan.
Baca Juga: Ekspor Migas Indonesia ke ASEAN, Singapura Jadi yang Terbesar
Sumber:
https://drive.google.com/file/d/1mUbNLalcb6aOhgPhOHW-QSiczOs8yb-Z/view?usp=sharing
Key Insights
- Target pendapatan migas 2027 yang sebesar Rp129,9 triliun mengindikasikan pemerintah mengantisipasi penurunan harga komoditas atau volume produksi setelah kenaikan signifikan di tahun 2026.
- Fluktuasi penerimaan migas yang tajam, seperti penurunan 23,9% pada 2023, menunjukkan ketergantungan pendapatan negara pada harga komoditas global sangat tinggi.
- Kenaikan penerimaan migas pada tahun 2026 sebesar 28,5% sebagian besar didorong oleh faktor eksternal seperti ICP dan pelemahan rupiah, bukan peningkatan kapasitas produksi jangka panjang.
- Tahun 2025 menjadi titik terendah pendapatan SDA migas dalam empat tahun terakhir dengan Rp107,5 triliun, menandakan tantangan besar dalam menjaga stabilitas penerimaan dari sektor ini.
Ditulis oleh Shahibah A
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini: