Potret Keterlibatan Perempuan di Parlemen Jawa Barat, Kota Cirebon Tertinggi

Kota Cirebon mencatat keterlibatan perempuan tertinggi sebesar 34,29%, disusul Kabupaten Kuningan dengan 34% dan Kabupaten Purwakarta 30%.

10 Daerah dengan Persentase Keterlibatan Perempuan Tertinggi di Parlemen Jawa Barat

(Tahun 2025)

Keterlibatan perempuan dalam politik daerah masih menjadi salah satu gambaran penting dalam melihat kesetaraan partisipasi di ruang pengambilan keputusan. Parlemen menjadi salah satu ruang utama karena keputusan yang dihasilkan dapat berkaitan langsung dengan berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk isu yang menyangkut perempuan.

Baca Juga: 10 Provinsi dengan Perempuan Terbanyak di Kursi Parlemen 2025

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya perbedaan persentase keterlibatan perempuan di parlemen pada 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Data yang tersedia merupakan kondisi tahun 2025 dan diperbarui pada 27 Agustus 2026. Dari seluruh daerah tersebut, Kota Cirebon mencatat persentase tertinggi dengan angka 34,29%.

Kabupaten Kuningan berada sangat dekat dengan posisi teratas, yakni 34,00%. Dengan demikian, selisih keterlibatan perempuan di antara kedua daerah tersebut hanya 0,29 poin. Setelahnya, terdapat Kabupaten Purwakarta dengan persentase 30,00%.

Posisi berikutnya ditempati Kota Cimahi yang mencapai 28,89%. Sementara itu, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu sama-sama mencatat 28,00%. Artinya, terdapat enam daerah dalam daftar ini yang memiliki persentase keterlibatan perempuan sekurang-kurangnya 28%.

Kota Bogor kemudian mencatat persentase sebesar 26,00%. Adapun Kabupaten Garut, Kabupaten Sumedang, dan Kota Depok masing-masing berada di angka 24,00%. Ketiga wilayah tersebut menjadi bagian dari daerah dengan keterlibatan perempuan yang relatif lebih tinggi dibandingkan angka Jawa Barat secara keseluruhan.

Meski demikian, angka tersebut juga menunjukkan bahwa keterwakilan perempuan belum mencapai separuh dari komposisi parlemen di daerah-daerah tersebut. Bahkan, jika dibandingkan dengan angka Jawa Barat sebesar 23,33%, hanya beberapa kabupaten/kota yang berada di atas angka provinsi.

Perbedaan antarwilayah menunjukkan bahwa tingkat keterlibatan perempuan dalam politik lokal belum merata. Meski begitu, tingginya persentase di sejumlah kabupaten/kota menjadi gambaran bahwa ruang partisipasi perempuan di lembaga legislatif telah terbuka di berbagai daerah dengan tingkat yang berbeda-beda.

Pada akhirnya, keterwakilan perempuan tidak hanya berkaitan dengan jumlah kursi yang ditempati, tetapi juga kesempatan untuk terlibat dalam proses legislasi, penganggaran, dan pengawasan pemerintahan. Meningkatnya partisipasi perempuan di parlemen dapat memperluas representasi masyarakat sekaligus memperkaya perspektif dalam proses pengambilan keputusan di tingkat daerah.

Baca Juga: 7 Provinsi dengan Keterlibatan Perempuan di Parlemen Paling Sedikit, Papua Dominasi

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDY0IzI=/keterlibatan-perempuan-di-parlemen.html

Annisa Rendanianti
Ditulis oleh Annisa Rendanianti

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc