Keterwakilan Perempuan Masih Rendah, Ini 10 Daerah Terbawah di Parlemen Jawa Barat
Kabupaten Ciamis mencatat keterlibatan perempuan terendah di parlemen Jawa Barat sebesar 10%, disusul Kabupaten Bogor 10,91%.
10 Daerah dengan Persentase Keterlibatan Perempuan Terendah di Parlemen Jawa Barat
(Tahun 2025)
Unduh
Keterwakilan perempuan dalam parlemen tidak semata-mata berbicara tentang jumlah kursi yang ditempati perempuan. Dalam sistem demokrasi, komposisi anggota legislatif berkaitan dengan siapa yang memperoleh ruang untuk terlibat dalam pembentukan peraturan, pengawasan pemerintahan, hingga pembahasan anggaran yang berdampak langsung pada masyarakat.
Karena itu, keterlibatan perempuan menjadi salah satu bagian penting dalam melihat apakah proses politik sudah memberikan ruang representasi yang cukup luas.
Baca Juga: 7 Provinsi dengan Keterlibatan Perempuan di Parlemen Paling Sedikit, Papua Dominasi
Di Jawa Barat, persentase keterlibatan perempuan di parlemen pada 2025 tercatat sebesar 23,33%. Namun, angka tersebut belum mencerminkan kondisi di seluruh kabupaten dan kota. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan masih terdapat sejumlah daerah dengan persentase keterlibatan perempuan yang berada di bawah 20%.
Kabupaten Ciamis menjadi daerah dengan persentase keterlibatan perempuan terendah di Jawa Barat, yakni hanya 10,00%. Selanjutnya, Kabupaten Bogor mencatat 10,91% dan Kabupaten Tasikmalaya sebesar 12,00%.
Sementara itu, Kota Banjar mencatat keterlibatan perempuan sebesar 13,33%. Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Bandung masing-masing berada di angka 14,29% dan 14,55%. Adapun, Kota Bandung dan Karawang sama-sama mencatat keterlibatan perempuan sebesar 16,00%.
Dua wilayah lainnya dalam daftar ini memiliki persentase yang sedikit lebih tinggi. Kota Tasikmalaya mencatat keterlibatan perempuan sebesar 17,78%, sedangkan Kabupaten Sukabumi berada pada 18,00%.
Perbedaan antarwilayah tersebut menunjukkan bahwa tingkat keterlibatan perempuan di parlemen Jawa Barat belum merata. Sebagian daerah memiliki persentase yang cukup jauh dari capaian provinsi.
Rendahnya keterwakilan perempuan di sejumlah daerah menunjukkan bahwa partisipasi perempuan dalam parlemen Jawa Barat masih menghadapi tantangan. Kesenjangan antarwilayah juga memperlihatkan bahwa peluang keterlibatan perempuan belum terbuka secara merata.
Meski demikian, kondisi ini bukan berarti perubahan tidak mungkin terjadi. Dengan dukungan dari partai politik, masyarakat, serta lingkungan sosial dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang politik yang semakin inklusif.
Baca Juga: Persentase Anggota Legislatif Perempuan Turun pada 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDY0IzI=/keterlibatan-perempuan-di-parlemen.html
Ditulis oleh Annisa Rendanianti
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
Jaktim Jadi Wilayah dengan Halte TransJakarta Terbanyak di Jakarta
Tren Jumlah Wisatawan Mancanegara di DIY 2025-2026, Inggris Tumbuh 46%
10 Program Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar dalam RAPBN 2027