10 Daerah dengan Persentase Keterlibatan Perempuan Tertinggi di Parlemen Jawa Timur 2025
Kabupaten Banyuwangi mencatat persentase keterlibatan perempuan tertinggi di parlemen Jawa Timur pada 2025, mencapai 36%.
10 Daerah dengan Persentase Keterlibatan Perempuan Tertinggi di Parlemen Jawa Timur
(Tahun 2025)
Unduh
Keterlibatan perempuan dalam parlemen menjadi salah satu indikator penting untuk melihat sejauh mana perempuan memiliki ruang dalam proses pengambilan keputusan publik. Kehadiran perempuan di lembaga legislatif juga dapat memperkaya perspektif dalam pembahasan berbagai kebijakan yang menyangkut kehidupan masyarakat. Meski demikian, tingkat keterwakilan perempuan di parlemen masih berbeda-beda di setiap daerah.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Perempuan Terbanyak di Kursi Parlemen 2025
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diperbarui pada 27 Agustus 2026, Jawa Timur mencatat persentase keterlibatan perempuan di parlemen sebesar 20% pada 2025. Jika dilihat berdasarkan kabupaten/kota, terdapat sejumlah daerah yang mencatat persentase lebih tinggi dibandingkan capaian Jawa Timur.
Kabupaten Banyuwangi menempati posisi tertinggi dengan persentase keterlibatan perempuan sebesar 36%. Artinya, lebih dari sepertiga anggota parlemen di daerah tersebut merupakan perempuan. Selanjutnya, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo sama-sama mencatat angka 30%.
Tiga kota berada pada angka yang sama, yakni 26,67%. Ketiganya adalah Kota Kediri, Kota Malang, dan Kota Probolinggo. Sementara itu, Kabupaten Ngawi mencatat persentase sebesar 25%, disusul Kabupaten Madiun dengan 24,44%.
Kabupaten Mojokerto juga mencatat angka yang cukup tinggi, yaitu 24%. Adapun Kota Batu melengkapi daftar 10 daerah dengan persentase keterlibatan perempuan tertinggi di parlemen Jawa Timur dengan capaian 23,33%.
Perbedaan angka antarwilayah menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan dalam parlemen di Jawa Timur belum merata. Namun, capaian sejumlah kabupaten/kota memperlihatkan adanya ruang yang semakin terbuka bagi perempuan untuk mengambil bagian dalam lembaga legislatif.
Peningkatan keterwakilan perempuan dapat menjadi bagian dari proses menuju lembaga perwakilan yang semakin inklusif. Keterwakilan yang lebih luas juga dapat menjadi langkah positif untuk memperkuat partisipasi perempuan dalam kehidupan politik sekaligus menghadirkan lebih banyak perspektif dalam penyusunan kebijakan.
Baca Juga: Partisipasi Perempuan Indonesia di Parlemen Meningkat 5 Tahun Terakhir
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDY0IzI=/keterlibatan-perempuan-di-parlemen.html
Ditulis oleh Annisa Rendanianti
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
Jaktim Jadi Wilayah dengan Halte TransJakarta Terbanyak di Jakarta
Tren Jumlah Wisatawan Mancanegara di DIY 2025-2026, Inggris Tumbuh 46%
10 Program Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar dalam RAPBN 2027