Penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun 1447 Hijriah/2026 M memperoleh nilai positif dari jemaah. Berdasarkan hasil Survei Kepuasan Layanan Haji Indonesia (SKLHI) 2026, kualitas layanan haji berada di kategori memuaskan dengan Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) sebesar 83,28.
Pengukuran IKLHI 2026 jadi penyempurnaan dari indeks kepuasan sebelumnya karena tidak hanya menilai hasil layanan yang diterima jemaah (output), tetapi juga proses penyampaian layanan (proses).
Pada aspek layanan dalam negeri, nilai Indeks Kepuasan Layanan Haji Dalam Negeri (IKLHI-DN) mencapai 83,85 (memuaskan).
Baca Juga: Simak Kuota Haji per Provinsi 2026
Namun, terdapat perbedaan capaian antarwilayah keberangkatan. Perbedaan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jumlah jemaah yang dilayani, kondisi fasilitas pendukung, serta pelaksanaan layanan pada setiap tahapan keberangkatan.
Berdasarkan hasil survei, wilayah keberangkatan haji Lombok (LOP) mencatat tingkat kepuasan layanan tertinggi dengan nilai 87,80. Posisi berikutnya ditempati Yogyakarta (YIA) dengan skor 87,18 dan Palembang (PLM) sebesar 86,65.
Capaian tinggi juga dicatat oleh Medan (KNO) dengan nilai 85,24, Jakarta–Pondok Gede (JKG) sebesar 84,70, serta Banda Aceh (BTJ) dengan skor 84,41.
Selanjutnya, Surabaya (SUB) memperoleh nilai 84,29, diikuti Jakarta–Cipondoh (JKB) sebesar 84,08, Makassar (UPG) sebesar 83,95, dan Batam (BTH) sebesar 83,88.
Selain sepuluh wilayah keberangkatan dengan nilai tertinggi tersebut, beberapa wilayah lain juga mencatat tingkat kepuasan dalam kategori memuaskan, mulai dari Padang (PDG) dengan skor 83,76, Banjarmasin (BDJ) sebesar 83,34, Solo (SOC) sebesar 82,15, Kertajati (KJT) sebesar 82,12, Balikpapan (BPN) sebesar 81,79, serta Jakarta–Bekasi (JKS) sebesar 81,61.
Dari sisi jenis layanan, sektor transportasi menjadi layanan dengan tingkat kepuasan tertinggi dengan nilai 85,67. Sementara layanan administrasi memperoleh nilai terendah sebesar 82,74.
Selain dalam negeri, kualitas layanan haji di luar negeri juga tercatat naik. Nilai Indeks Kepuasan Layanan Haji Luar Negeri naik dari 81,46 pada 2025 jadi 82,71 pada 2026, atau meningkat sebesar 1,25 poin.
Peningkatan terbesar terjadi pada layanan konsumsi, yang naik sebesar 2,52 poin dari 80,08 menjadi 82,60. Selain itu, layanan akomodasi meningkat 1,39 poin, layanan ibadah naik 1,04 poin, layanan transportasi meningkat 0,79 poin, dan layanan petugas bertambah 0,52 poin.
Pada musim haji 1447H/2026 M, Indonesia memberangkatkan 221.000 jemaah, terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. Jemaah tersebut berasal dari 38 provinsi dan diberangkatkan melalui 16 embarkasi dengan total 528 kelompok terbang (kloter).
IKLHI 2026 diukur melalui SKLHI yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Survei ini mengukur tingkat kepuasan jemaah terhadap layanan yang diterima selama penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari tahap persiapan di dalam negeri hingga pelayanan di Arab Saudi.
Mulai 2026, pengukuran menggunakan metode IKLHI yang menilai dua aspek utama, yaitu hasil layanan (output) dan proses penyampaian layanan. Penilaian mencakup berbagai layanan seperti ibadah, petugas, akomodasi, konsumsi, transportasi, dan kesehatan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kualitas layanan haji.
Baca Juga: 10 Provinsi Pengirim Jemaah Haji Terbanyak 2025, Kuota Terpenuhi?
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/08/06/2648/nilai-indeks-kepuasan-layanan-haji-indonesia--iklhi--pada-tahun-1447h-2026m-mencapai-83-28.html