PISA 2025 Sebut Siswa Indonesia Nyaman Berada di Lingkungan Sekolah

Hasil PISA 2025 mencatat 85% siswa Indonesia merasa nyaman, dihargai, dan dihormati selama di sekolah.

Tingkat Keterikatan Sosial Siswa Indonesia di Sekolah

(Tahun 2025)

Perasaan diterima (sense of belonging) dan rasa berharga terhadap sekolah (value of school) bagi siswa mencakup sejauh mana siswa merasa diterima secara personal, dihormati, dan tergabung dalam komunitas sekolah yang berkaitan dengan perasaan kesepian ataupun isolasi sosial.

Kedua perasaan tersebut bukan hanya hasil dari pembelajaran akademik, tetapi juga berasal dari interaksi sosial, hubungan dengan teman sebaya, dan dukungan interpersonal.

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) meluncurkan Programme for International Student Assessment (PISA), sebuah survei rutin yang dilakukan setiap tiga tahun sekali terhadap siswa berusia 15 tahun di seluruh dunia untuk mengetahui sejauh mana responden telah menguasai kemampuan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk berperan serta dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

PISA 2025 Result turut memperlihatkan hasil analisis siswa terhadap rasa memiliki yang mendorong rasa keingintahuan, motivasi serta perkembangan pola pikir. Dalam praktiknya, perasaan diterima berkaitan dengan apakah siswa merasa punya tempat di sekolah dan apakah mereka kesepian di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Hasil PISA 2025 Tunjukkan Siswa Indonesia Aktif Mencari Bantuan Belajar

Sebanyak 76% siswa negara anggota OECD merasa diterima di sekolah dan 83% mengaku mudah berteman. Rasa memiliki yang tinggi tersebut menunjukan adanya kecenderungan bahwa siswa percaya sekolah telah mengajarkan hal yang dapat berguna untuk pekerjaan.

Di Indonesia sendiri, terdapat 85% responden siswa yang merasa menjadi bagian dari sekolahnya, mencerminkan bahwa rata-rata siswa Indonesia merasa nyaman dan diterima ketika berada di sekolah.

Termasuk ke dalam bagian dari sense of belonging, sebanyak 86,6% siswa Indonesia mengaku tidak merasa kesepian di sekolah, menegaskan bahwa siswa Indonesia memiliki kecenderungan untuk berteman dengan mudah.

Sebagai informasi tambahan, rasa memiliki juga saling terkait dengan dimensi student agency, menunjukkan bahwa interaksi maupun keterlibatan siswa memengaruhi cara siswa mengatur pembelajaran. Kebanyakan siswa yang merasa menjadi bagian dari sekolah lebih mudah mencari bantuan ketika kesulitan dalam pembelajaran.

Dengan demikian, selain sifat kemandirian siswa, penting juga untuk sekolah memfasilitasi lingkungan di mana siswa dapat merasa diakui secara sosial, aman secara emosional, dan terlibat dalam pembahasan.

Baca Juga: PISA 2025 Ungkap Kemampuan Adaptasi Kognitif Siswa Indonesia

Sumber:

https://www.oecd.org/en/publications/pisa-2025-results-volume-i_73451bc5-en.html

Zalfa Ronaa
Ditulis oleh Zalfa Ronaa

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc