Kejutan Teqball dan Tradisi Beladiri Warnai 7 Medali Perdana Indonesia di Asian Games 2026
Teqball dan berbagai cabang olahraga beladiri sukses menjadi penyumbang perolehan tujuh medali bagi kontingen Indonesia pada awal kompetisi Asian Games 2026.
Perolehan Medali Kontingen Indonesia
(Per 22 September 2026)
Unduh
Upacara pembukaan Asian Games 2026 memang baru diresmikan pada Sabtu (19/9/2026) lalu. Namun, genderang persaingan sejumlah cabang olahraga (cabor) sebenarnya sudah mulai ditabuh sejak 10 September.
Memasuki hari-hari awal perebutan medali, Indonesia berhasil mengamankan peringkat ke-13 di papan klasemen per Selasa (22/9/2026). Kontingen Merah Putih mengoleksi total tujuh medali yang terdiri dari satu perak dan enam perunggu.
Sektor Teqball secara mengejutkan berhasil mencatatkan sejarah baru bagi olahraga Indonesia di kancah persaingan Asia. Medali tertinggi Indonesia sejauh ini datang dari perjuangan hebat atlet putri berusia 21 tahun bernama Sumaya. Ia sukses mempersembahkan medali perak dari nomor bergengsi Tunggal Putri atau Women's Singles.
Baca Juga: Peta Kekuatan Asian Games: Bisakah Nusantara Menantang Dominasi Raksasa Asia Timur?
Langkah Sumaya menuju babak final terpantau sangat dominan sejak fase grup hingga sistem gugur. Atlet putri ini sukses menyapu bersih kemenangan atas wakil Lebanon, Kirgistan, Kamboja, dan India.
Pertarungan sengit kemudian terjadi pada laga final yang berakhir sangat dramatis. Sumaya harus mengakui keunggulan atlet Myanmar, Wai Khin Hnin, dengan skor tipis 1-2.
Sektor Tunggal Putra juga melengkapi kejutan cabor baru ini lewat sumbangan perunggu dari Yoga Ardika Putra. Atlet muda ini melewati perjuangan yang sangat berat di Grup B dengan menaklukkan Vietnam, Laos, Jepang, dan Filipina.
Langkah Yoga sempat terjegal pada babak perempat final oleh wakil Myanmar bernama Friday Saw. Namun, ia bangkit pada babak repechage dengan kembali mengalahkan atlet Jepang, Akinori Wase. Yoga akhirnya memastikan medali perunggu setelah lawannya dari Kuwait terpaksa mundur pada perebutan tempat ketiga.
Kelompok cabang olahraga beladiri juga sukses menjaga asa Indonesia untuk terus mendulang angka. Cabang olahraga Wushu tampil sebagai penyumbang medali terbanyak kedua dengan koleksi dua keping perunggu. Ketangguhan nomor Changquan di Aichi Prefectural Martial Arts Hall menjadi kunci utama keberhasilan ini.
Seraf Naro Siregar mengamankan peringkat ketiga pada laga final putra tanggal 20 September. Eugenia Diva Widodo kemudian menyusul sehari setelahnya dengan mengamankan perunggu pada final putri.
Ketangkasan atlet putri pada olahraga tarung fisik juga membuktikan proses regenerasi yang sangat menjanjikan bagi Indonesia. Karateka Leica Al Humaira Lubis sukses menyabet medali perunggu pada nomor Women's Kumite kelas +68kg. Ia menghempaskan Begimai Orozalieva dari Kirgizstan dengan skor meyakinkan 6-1 di arena Toyohashi Gymnasium.
Cabang olahraga Mixed Martial Arts (MMA) turut menyumbangkan satu medali perunggu berkat Vallensia Fahira Hotmauli. Langkah Vallensia pada kelas Women's Modern -54kg terhenti di babak semifinal oleh petarung kuat asal Tailan.
Rangkaian penyumbang perunggu ini ditutup oleh kerja sama solid skuad beregu putra pada cabang Soft Tennis. Tim yang diperkuat Fernando Sanger dan kawan-kawan ini melaju impresif menembus persaingan elit Asia. Perjalanan luar biasa mereka baru bisa dihentikan oleh tim tuan rumah Jepang pada babak semifinal.
Baca Juga: Klasemen Sementara Asian Games 2026: Indonesia Peringkat Ke-12 dengan 7 Medali
Sumber:
https://results.asiangames2026.org/#/medals/standings
Ditulis oleh Demas Reyhan Adritama
IT & Sports Enthusiast
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
10 Program Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terkecil dalam RAPBN 2027
10 Wilayah dengan PDRB per Kapita Terendah di Pulau Jawa 2025
10 Provinsi Sentra Produksi Jagung Indonesia Januari-Oktober 2026
Sebaran Lansia Perokok di DIY 2025, Kulon Progo Paling Banyak