5 Siasat Publik RI Buat Bertahan di Pekerjaan Kurang Nyaman, Mulai dari Menabung hingga Cuti

Cari pekerjaan tambahan dan menabung untuk persiapan resign jadi siasat utama yang dilakukan publik RI yang tidak betah dengan pekerjaannya.

Siasat untuk Bertahan di Pekerjaan yang Kurang Nyaman

(Tahun 2026)

Kondisi ekonomi yang sulit membuat banyak pekerja Indonesia memutuskan buat tetap ‘bertahan’ dengan pekerjaannya walau sejatinya tidak merasa nyaman sama sekali.

Fenomena inilah yang kemudian melahirkan job hugging, di mana pekerja tidak lagi merasakan pencapaian dan kenyamanan yang dulu dirasakan ketika bekerja.

Menurut survei IDN Times pada 2026, sebanyak 26,9% responden mengaku tidak nyaman dengan pekerjaannya saat ini namun tetap bertahan. Sementara itu, 57,6% responden juga tetap bertahan meski sambil mencari peluang lain. Hanya segelintir yang berani untuk mengundurkan diri, yakni sebanyak 4,7%.

Menariknya, ada beragam siasat yang dilakukan pekerja Indonesia untuk tetap bertahan di pekerjaannya saat ini, meski kurang nyaman.

Sebanyak 1 dari 3 responden tercatat memiliki side hustle atau pekerjaan tambahan di luar pekerjaan utamanya ini. Tujuannya sederhana, sebagai persiapan kecil-kecil apabila suatu saat nanti benar-benar hendak mengundurkan diri. Hal inilah yang biasa disebut juga sebagai exit plan, yakni rencana setelah resign agar ketidakpastian pasca mengundurkan diri bisa diatasi.

Baca Juga: 10 Pekerjaan Ini Akan Banyak Dibutuhkan 5 Tahun Mendatang

Berikutnya, 21,8% responden mengaku mulai menabung buat persiapan resign. Mengambil keputusan untuk berhenti dari pekerjaan memang bukan hal mudah. Bukan hanya terlepas dari beban kerjanya yang menumpuk, lingkungan kerja yang toxic, hingga sistem kerja yang tidak jelas, resign juga berarti terlepas dari semua benefit yang diperoleh selama bekerja, mulai dari upah, tunjangan, jaminan, hingga asuransi. Hal inilah yang kemudian disiasati pekerja Indonesia dengan banyak menabung.

Selanjutnya, 16,8% responden memilih untuk cuti guna menjaga kewarasan. Ada pula 15,1% responden yang memilih mengikuti pelatihan atau kursus tertentu sebagai persiapan dan 4,5% yang meminta bantuan profesional, seperti psikolog atau konselor.

Meski begitu, ada pula 6,1% yang tidak melakukan apa-apa, memilih mengerjakan job desc-nya hari demi hari tanpa merencanakan apa-apa. Adapun 2,7% responden memilih siasat lain.

Job hugging menunjukkan semakin banyaknya pekerja di tanah air yang hanya bekerja dan bekerja tanpa benar-benar merasakan kepuasan dari pekerjaan tersebut. Mereka mengawali dan mengakhiri jam kerja tanpa mengharapkan nilai tambahan apa-apa selain upah yang diperoleh. Hal ini semakin buruk dengan kondisi ekonomi yang semakin menekan. 

Daripada menghadapi pemasukan yang tidak pasti setelah mengundurkan diri, banyak pekerja Indonesia yang lebih memilih bertahan meski tidak nyaman dengan pekerjaannya.

Adapun survei dari IDN Times ini dilakukan pada Mei-Agustus 2026 dengan melibatkan 212 responden secara daring. Sebanyak 83,5% responden tinggal di Pulau Jawa, 52,4% merupakan Gen Z, 56,6% merupakan karyawan tetap, dan mayoritas bekerja di bidang media, kreatif, dan komunikasi.

Baca Juga: Jenis Pekerjaan Utama Penduduk Bekerja Indonesia 2025

Sumber:

https://www.instagram.com/p/DcsgTnfAeVV/?utm_source=ig_web_copy_link&stkn=NTc4MTIwNjQ2YQ==

Agnes Z. Yonatan
Ditulis oleh Agnes Z. Yonatan

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc