Hasil PISA 2025 Tunjukkan Siswa Indonesia Aktif Mencari Bantuan Belajar
Hasil PISA 2025 menunjukkan bahwa 91,8% siswa Indonesia bertanya temannya jika tidak mengerti sesuatu dalam pembelajaran
Persentase Keaktifan Siswa Indonesia dalam Mencari Bantuan Belajar
(Tahun 2025)
Unduh
Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) meluncurkan Programme for International Student Assessment (PISA), sebuah survei rutin yang dilakukan setiap tiga tahun sekali terhadap siswa berusia 15 tahun di seluruh dunia untuk mengetahui sejauh mana responden telah menguasai kemampuan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk berperan serta dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
Student agency merupakan kemampuan siswa untuk berperan aktif di dalam proses pembelajarannya sendiri. Untuk menilai kemampuan tersebut, OECD menganalisis dari dua dimensi yang saling terkait, yakni mencari bantuan dalam pembelajaran secara mandiri (help seeking) dan menetapkan tujuan (goal setting).
Dimensi-dimensi tersebut akan menunjukan apakah sebenarnya siswa mencari dukungan saat diperlukan, mengatur pekerjaan, menyesuaikan strategi belajar, dan menanggapi umpan balik. Dimensi ini juga cenderung sejalan dengan rasa ingin tahu dan ketekunan, yang semakin kuat ketika mendapatkan dukungan tinggi dari guru.
Baca Juga: PISA 2025 Ungkap Kemampuan Adaptasi Kognitif Siswa Indonesia
Publikasi PISA 2025 result memperlihatkan bahwa mencari bantuan menjadi bentuk pembelajaran mandiri yang banyak dilakukan di negara anggota OECD. Sebanyak 77% responden siswa dari negara anggota OECD meminta bantuan ketika mengalami kesulitan belajar.
Bantuan dapat datang dari teman sebaya, memberikan gambaran bagaimana siswa berkolaborasi dan saling mendukung. Sebanyak 82% siswa negara anggota OECD mengaku bertanya pada teman jika tidak mengerti sesuatu selama proses pembelajaran.
Di Indonesia, sebanyak 91,8% responden siswa bertanya kepada temannya jika tidak mengerti sesuatu. Persentase tersebut menempatkan Indonesia di urutan keempat secara keseluruhan, tepat di bawah China.
Di sisi lain, responden siswa Indonesia yang memilih bertanya kepada guru mencapai 90%, menempati urutan kedua secara keseluruhan.
Hal tersebut sejalan dengan peran penting guru yang dinyatakan oleh OECD, student agency yang positif diperkuat oleh dukungan guru yang tinggi. Ketika siswa merasakan dukungan guru, mereka menjadi semakin termotivasi dan memiliki perilaku belajar yang mandiri.
Survei PISA pada tahun 2025 telah melibatkan lebih dari 760 ribu siswa dari 91 negara serta wilayah ekonomi, menunjukkan bagaimana kemampuan proaktif siswa ketika dihadapi dengan ketidaktahuan akan sesuatu.
Baca Juga: PISA 2025: Siswa Indonesia dengan Growth Mindset Lebih Antusias Belajar
Sumber:
https://www.oecd.org/en/publications/pisa-2025-results-volume-i_73451bc5-en.html
Ditulis oleh Zalfa Ronaa
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
10 Program Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terkecil dalam RAPBN 2027
10 Wilayah dengan PDRB per Kapita Terendah di Pulau Jawa 2025
10 Provinsi Sentra Produksi Jagung Indonesia Januari-Oktober 2026
Sebaran Lansia Perokok di DIY 2025, Kulon Progo Paling Banyak