10 Provinsi dengan Perokok Tembakau Terbanyak per Maret 2025, Lampung Memimpin!

Lampung jadi perokok tembakau aktif terbanyak per Maret 2025, tembus 34,25% pada 2025

10 Provinsi dengan Perokok Tembakau Aktif Terbanyak Sebulan Terakhir

(Maret 2025)

Perilaku merokok masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Merokok merupakan bagian dari identitas diri dan kebiasaan sosial, sehingga rasa-rasanya sulit ditinggalkan walaupun telah mengetahui risikonya. Lingkungan, pergaulan, harga rokok yang relatif terjangkau, dan iklan rokok yang masif turut mendukung perilaku ini.

Adanya zat-zat seperti tar karbon monoksida, dan terutama nikotin membuat masyarakat yang merokok mengalami kesulitan untuk berhenti tanpa dukungan medis, terlebih zat tersebut dapat menyebabkan penyakit seperti jantung, stroke, gangguan paru-paru, hingga kanker.

Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret dalam Profil Statistik Kesehatan yang diterbitkan oleh Badan Statistik Pusat (BPS) tahun 2025, dicatat bahwa persentase penduduk yang menggunakan rokok tembakau sebulan terakhir (Februari-Maret 2025) di rentang umur 15 tahun ke atas cenderung stagnan sejak 2023, capai 28,68% pada tahun 2025.

Baca Juga: Distribusi Perokok di Indonesia Menurut Kelompok Usia 2025, Anak Muda Paling Banyak?

Lampung menjadi provinsi dengan penduduk yang merokok menggunakan rokok tembakau terbanyak, yakni 34,25%. Nusa Tenggara Barat menempati urutan kedua sebesar 32,32%, disusul oleh Jawa Barat sebanyak 32,07%.

Selanjutnya, Bengkulu mengisi urutan keempat sejumlah 32,03%, selisih 0,41% daripada Papua Selatan yang berada di bawahnya sebesar 31,62%. Banten menyusul sebanyak 31,19% dan tidak jauh berbeda dengan 31,02% dari Sumatra Selatan.

Posisi ketujuh diisi oleh Gorontalo sebesar 30,72%, diikuti oleh Sumatra Selatan sebanyak 30,48%. Sebagai penutup, Jambi berada di posisi terbawah dalam daftar 10 besar ini dengan perokok tembakau mencapai 30,29%.

Persentase perokok tembakau berjenis kelamin laki-laki lebih besar daripada perempuan, yakni 56,22%, sedangkan perempuan hanya 1,30%. Hal ini berarti, hanya ada 1 di antara 100 perempuan yang merokok tembakau selama kurun sebulan terakhir.

Sementara itu, dibandingkan daerah perkotaan yang mencapai 26,86%, penduduk 15 tahun ke atas dari perdesaan yang merokok tembakau lebih banyak, yakni 31,39%. Kelompok umur 18-59 tahun telah mendominasi hingga 31,73%.

Ditinjau dari tingkat pendidikan, per Maret 2025 sebanyak 32,07% merupakan tamatan SD/Sederajat, palin banyak daripada tingkat pendidikan lainnya.

Baca Juga: 10 Provinsi dengan Persentase Pemuda Perokok Tertinggi 2025

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/publication/2025/12/12/7d17daec8d62c852fc354945/profil-statistik-kesehatan-2025.html

Zalfa Ronaa
Ditulis oleh Zalfa Ronaa

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc