10 Provinsi dengan Nilai Tukar Nelayan Tangkap Tertinggi Agustus 2026
Provinsi-provinsi di wilayah Indonesia bagian barat mendominasi daftar NTN tertinggi Agustus 2026, dipimpin oleh DI Yogyakarta sebesar 137,85.
10 Provinsi dengan Nilai Tukar Nelayan Tangkap Tertinggi
(Agustus 2026)
Unduh
Kehidupan nelayan tangkap sangat bergantung pada harga hasil laut dan biaya operasional. Naik turunnya harga ikan, bahan bakar, hingga kebutuhan rumah tangga inilah yang akhirnya menentukan daya beli mereka.
Kemampuan daya beli tersebut lantas diukur melalui nilai tukar nelayan (NTN) dengan membandingkan indeks harga yang diterima (It) terhadap indeks harga yang mereka bayar (Ib).
Berdasarkan tahun dasar 2018 dengan angka 100 sebagai acuan, nilai di atas 100 menunjukkan bahwa pendapatan nelayan lebih besar dari pengeluaran sehingga kesejahteraan mereka meningkat, sementara nilai di bawah 100 menandakan sebaliknya.
Badan Pusat Statistik (BPS) menghimpun data NTN Agustus 2026 per 1 September 2026 melalui pemantauan langsung pada rumah tangga nelayan.
Baca Juga: Tengok Perkembangan Nilai Tukar Nelayan di Indonesia
DI Yogyakarta memimpin puncak dengan raihan NTN mencapai 137,85. Aktivitas perikanan tangkapnya terkonsentrasi pada pesisir Gunungkidul, terutama di Pelabuhan Sadeng sebagai sentra pelelangan ikan utama.
Terpaut tipis dari puncak, Aceh mengamankan posisi kedua dengan nilai 130,17. Pangkalan pendaratan ikan (PPI) andalan di wilayah ini bertumpu pada Pelabuhan Pusong yang terletak di Lhokseumawe.
Bergeser ke Indonesia bagian timur, Sulawesi Selatan mengunci peringkat ketiga lewat perolehan 126,83. Kawasan PPI Paotere Makassar menjadi motor penggerak produksi, pengolahan, pemasaran, hingga pembinaan nelayan di wilayah tersebut.
Kembali ke Indonesia bagian barat, Kepulauan Bangka Belitung membukukan nilai 121,53. Karakter wilayah kepulauannya membentang garis pantai yang panjang sehingga aktivitas perikanan tangkap menjadi bagian dari kegiatan ekonomi masyarakat pesisirnya.
Jawa Barat melengkapi lima besar dengan torehan 118,56. Perairan wilayah ini terkenal subur menghasilkan beragam ikan karang dan pelagis yang mendominasi tangkapan nelayan di sepanjang jalur pantai utara maupun selatan.
Memasuki paruh kedua, provinsi dengan NTN tertinggi berikutnya diisi oleh Bengkulu di angka 117,65, disusul Nusa Tenggara Barat serta Gorontalo dengan perolehan masing-masing 116,14 dan 115,81.
Sementara itu, deretan penutup daftar ini diisi oleh Maluku dengan skor 115,42 serta Lampung di angka 115,25.
Dominasi provinsi di Indonesia bagian barat turut menunjukkan beragamnya kondisi usaha nelayan antardaerah.
Karakter wilayah pesisir, komoditas tangkapan, pola aktivitas melaut, serta biaya operasional menjadi bagian dari kondisi yang dapat memengaruhi perolehan NTN di masing-masing provinsi.
Baca Juga: Pendapatan Nelayan Triwulan II 2026 Turun, Tapi Biaya Produksi Meningkat
Sumber:
https://www.bps.go.id/assets/statistics-table/2/MTc0MSMy/nilai-tukar-nelayan-dan-pembudidaya-ikan--agustus-2026.html
Ditulis oleh Rosita Fatimah Azahra
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini: