Singapura Rajai Pusat Keuangan ASEAN 2026, Jakarta Tertahan di Peringkat 86 Dunia

Singapura memimpin pusat keuangan ASEAN 2026 dalam GFCI 39, disusul Kuala Lumpur dan Labuan. Jakarta naik ke peringkat ke-86 dunia dengan skor 663.

Kota Pusat Keuangan di ASEAN

(Tahun 2026)

Poin Penting

  • Singapura menempati peringkat ke-4 dunia dalam Global Financial Centres Index (GFCI) 39 dengan skor 764.
  • Kuala Lumpur menjadi pesaing terdekat Singapura di ASEAN, berada di peringkat 42 dunia dengan skor 707.
  • Ho Chi Minh City di Vietnam melonjak 11 posisi ke peringkat 84 dunia dengan skor 665.
  • Jakarta berada di peringkat 86 dunia dengan skor 663, naik lima posisi dari GFCI 38.

Singapura mendominasi sebagai pusat keuangan utama di ASEAN. Dalam Global Financial Centres Index (GFCI) 39 edisi Maret 2026, Singapura menempati peringkat keempat dunia dengan skor 764, sekaligus menjadi pusat keuangan dengan posisi tertinggi di kawasan ASEAN.

Posisi Singapura hanya berada di belakang New York yang memimpin dengan skor 767, London dengan skor 766, dan Hong Kong yang meraih 765. Ketatnya selisih skor empat besar hanya berjarak antara New York dan Singapura hanya tiga poin.

Di ASEAN, Kuala Lumpur menjadi pesaing terdekat Singapura. Menduduki peringkat ke-42 dunia dan skor 707, Kuala Lumpur naik tiga posisi dibanding GFCI 38.

Sementara Labuan, pusat keuangan internasional Malaysia, berada di urutan 55 dengan skor 694 setelah naik lima peringkat.

Vietnam catat perkembangan menarik melalui Ho Chi Minh City, melonjak 11 posisi ke peringkat ke-84 dunia dengan skor 665.

Kota ini juga masuk dalam daftar pusat keuangan yang diperkirakan semakin signifikan dalam dua hingga tiga tahun mendatang, berdasarkan survei GFCI.

Baca Juga: Keuangan yang Stabil Jadi Prioritas Utama 88% Anak Muda Sebelum Punya Anak

Sementara itu, Jakarta berada di peringkat le-86 dunia dengan skor 663, naik lima posisi dibanding GFCI 38, meskipun skornya turun lima poin.

Di bawah Jakarta terdapat Bangkok di posisi ke-100 dengan skor 649 dan Manila di posisi ke-102 dengan skor 647.

GFCI 39 menggunakan factor assessment dengan menggabungkan data kuantitatif dan penilaian profesional industri keuangan. Edisi ini disusun menggunakan 147 faktor instrumental dari berbagai sumber seperti World Bank, OECD, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Hasilnya kemudian dikombinasikan dengan 34.468 penilaian terhadap pusat keuangan dari 5.218 responden. Model berbasis machine learning digunakan untuk menghubungkan penilaian responden dengan indikator seperti lingkungan bisnis, sumber daya manusia, infrastruktur, perkembangan sektor keuangan, dan reputasi. Penilaian responden terhadap kota tempat mereka sendiri berada juga dikeluarkan untuk mengurangi home bias.

Baca Juga: Wilayah dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi Triwulan II 2026

Sumber:

https://www.zyen.com/publications/public-reports/the-global-financial-centres-index-39/

Daffa Shiddiq Al-Fajri
Ditulis oleh Daffa Shiddiq Al-Fajri

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc