10 Kabupaten/Kota dengan Persentase Penduduk Miskin Terbanyak 2025

Kabupaten Supiori jadi wilayah dengan persentase penduduk miskin terbanyak di Indonesia, tembus 42,56% pada 2025.

10 Kabupaten/Kota dengan Persentase Penduduk Miskin Terbanyak

(Tahun 2025)

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Indonesia mencapai 8,25% per September 2025, turun dari tahun 2024 yang sebesar 8,57%.

Meski begitu, penduduk miskin di Indonesia masih didominasi mereka yang berdomisili di perdesaan, dengan persentase mencapai 10,72% dibanding di perkotaan sebesar 6,60% pada September 2025. 

Jika ditinjau menurut wilayahnya, Kabupaten Supiori, Papua, jadi wilayah dengan persentase penduduk miskin terbanyak pada 2025, mencapai 42,56%. Hal ini berarti, sekitar 4 dari 10 penduduk di sana tergolong penduduk miskin.

Adapun BPS mendefinisikan penduduk miskin sebagai penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan (GK). Besaran GK berbeda-beda untuk setiap provinsi, ditentukan berdasarkan nilai pengeluaran untuk kebutuhan makanan setara 2.100 kilokalori per kapita per hari serta kebutuhan nonmakanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

Baca Juga: 10 Kota dengan Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak 2025

Masih dari Pulau Papua, provinsi dengan persentase penduduk miskin tertinggi berikutnya dipegang oleh Kabupaten Intan Jaya di Papua Tengah dengan 39,21%, diikuti Kabupaten Deiyai (37,29%), Kabupaten Puncak (36,94%), Kabupaten Paniai (36,31%), dan Kabupaten Puncak Jaya (35,46%) yang sama-sama berada di Papua Tengah.

Berikutnya, provinsi dengan persentase penduduk miskin terbanyak ketujuh dipegang oleh Kabupaten Mamberamo Raya (Papua) dengan 35,09%, diikuti Kabupaten Nduga (Ppaua Pegunungan) sebesar 32,89%, Kabupaten Waropen (Papua) dengan 32,6%, dan Kabupaten Mamberamo Tengah (Papua Pegunungan) dengan 32,2%.

Dominasi wilayah Papua dalam daftar daerah dengan persentase penduduk miskin tertinggi tidak terlepas dari berbagai tantangan struktural yang masih dihadapi kawasan tersebut. 

Ke depan, pemerataan pembangunan perlu dilakukan dengan pendekatan yang menyesuaikan karakteristik masing-masing wilayah. 

Pembangunan infrastruktur tetap menjadi fondasi utama untuk membuka konektivitas antarwilayah, tetapi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendidikan, pelatihan kerja, serta pengembangan ekonomi lokal.

Baca Juga: Perkembangan Tingkat Kemiskinan di Indonesia

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NjIxIzI=/persentase-penduduk-miskin-p0-menurut-kabupaten-kota.html

Agnes Z. Yonatan
Ditulis oleh Agnes Z. Yonatan

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc