Wilayah dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi Triwulan II 2026

Bali dan Nusa Tenggara menjadi wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi sebesar 6,10% pada triwulan II 2026

Pertumbuhan Ekonomi Menurut Wilayah

(Trowulan II 2026)

Pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu indikator penting untuk melihat seberapa baik aktivitas ekonomi berjalan di suatu wilayah. Ketika ekonomi tumbuh, kegiatan produksi, investasi, perdagangan, hingga konsumsi masyarakat umumnya ikut meningkat. Namun, laju pertumbuhan di setiap daerah tidak selalu sama. Perbedaan potensi sumber daya, struktur ekonomi, dan sektor unggulan membuat setiap wilayah memiliki capaian pertumbuhan yang berbeda.

Baca Juga: Belanja Pemerintah Jadi Komponen Pengeluaran PDB Tertinggi pada Triwulan II 2026

Pada Triwulan II 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,29% secara tahunan (year-on-year/). Pertumbuhan tersebut terjadi di seluruh kelompok wilayah, meskipun dengan capaian yang bervariasi. Perbedaan struktur ekonomi, aktivitas industri, hingga karakteristik sektor unggulan menjadi faktor yang memengaruhi laju pertumbuhan di masing-masing pulau.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Bali dan Nusa Tenggara menjadi wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan II 2026, yakni mencapai 6,10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi yang tertinggi di antara seluruh kelompok pulau di Indonesia.

Posisi berikutnya ditempati Pulau Jawa dengan pertumbuhan sebesar 5,65%. Sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional, Jawa tetap mendominasi struktur perekonomian Indonesia dengan kontribusi mencapai 56,47% terhadap produk domestik bruto (PDB). Besarnya aktivitas industri pengolahan, perdagangan, jasa, serta konsumsi rumah tangga menjadikan Jawa sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Sulawesi berada di urutan ketiga dengan pertumbuhan sebesar 5,53%, disusul Sumatra sebesar 5,06%. Kedua wilayah tersebut masih mencatatkan pertumbuhan yang berada di atas lima persen, mencerminkan aktivitas ekonomi yang tetap kuat sepanjang Triwulan II 2026. Sementara itu, Kalimantan tumbuh 4,10%, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional.

Adapun Maluku dan Papua menjadi wilayah dengan pertumbuhan paling rendah, yakni 1,36%. Meski demikian, kawasan ini tetap mencatat pertumbuhan positif, yang berarti aktivitas ekonominya masih berkembang dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Perbedaan laju pertumbuhan antarpulau menunjukkan bahwa perkembangan ekonomi Indonesia masih berlangsung dengan karakteristik yang berbeda-beda. Wilayah yang memiliki sektor unggulan seperti pariwisata, industri pengolahan, perdagangan, atau jasa cenderung mampu tumbuh lebih cepat.

Sementara itu, wilayah dengan struktur ekonomi yang berbeda menghadapi tantangan tersendiri untuk meningkatkan kinerjanya. Karena itu, pemerataan pembangunan dan penguatan potensi ekonomi daerah tetap menjadi langkah penting agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih merata di seluruh Indonesia.

Baca Juga: 10 Provinsi dengan Tingkat Pengangguran Terendah per Mei 2026, Bali di Puncak!

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/08/05/2605/ekonomi-indonesia-triwulan-ii-2026-tumbuh-5-29-persen--y-on-y-.html

Annisa Rendanianti
Ditulis oleh Annisa Rendanianti

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc