40% Publik RI Harap Pemerintah Aktif Dorong Perdamaian di Tengah Konflik Iran Vs AS-Israel

Sebanyak 40,71% publik RI menilai pemerintah sebaiknya aktif mendorong perdamaian dalam konflik Iran dengan AS-Israel.

Harapan Publik RI terhadap Peran Indonesia Terkait Konflik Iran dan AS-Israel

(Tahun 2026)
Ukuran Fon:

Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel kembali menjadi sorotan publik global. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah tersebut memunculkan berbagai spekulasi mengenai dampaknya terhadap stabilitas internasional, termasuk bagi Indonesia. Di tengah arus informasi yang cepat di era digital, masyarakat Indonesia juga turut mengikuti perkembangan konflik ini dan mulai mempertanyakan bagaimana seharusnya sikap negara dalam merespons situasi tersebut.

Baca Juga: Media Sosial Jadi Sumber Informasi Utama Terkait Konflik Iran dan AS-Israel

Survei yang dilakukan oleh GoodStats pada 7-11 Maret 2026 mencoba melihat pandangan publik Indonesia terkait isu tersebut. Survei ini dilakukan secara online yang bekerja sama dengan Digivla, dengan melibatkan 540 responden dari berbagai provinsi di Indonesia dalam rentang usia 19-55 tahun.

Hasil survei menunjukkan mayoritas responden menilai konflik tersebut berpotensi memberikan dampak bagi Indonesia. Sebanyak 60% responden menyatakan konflik Iran dengan AS dan Israel cukup berdampak terhadap kondisi Indonesia. Sementara itu, 30% responden bahkan menilai konflik tersebut akan sangat berdampak. Di sisi lain, 6% responden berpendapat dampaknya kecil, 1% menyatakan tidak berdampak, dan 3% responden mengaku tidak mengetahui dampak yang mungkin terjadi.

Meski demikian, sejumlah pengamat menilai potensi dampak militer langsung terhadap Indonesia relatif kecil. Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, menilai konflik antara AS dan Israel dengan Iran, kecil kemungkinan memicu perang langsung di kawasan Asia, termasuk Indonesia.

“Potensi konflik bersenjata di Timur Tengah untuk menyulut perang fisik atau konvensional di wilayah Indonesia adalah sangat kecil, bahkan bisa dikatakan tidak ada,” ujarnya, mengutip, Kompas, (11/3/2026).

Selain menilai potensi dampaknya, responden juga menyampaikan pandangan mengenai sikap yang sebaiknya diambil Indonesia. Sebanyak 40,71% responden menilai Indonesia sebaiknya aktif mendorong perdamaian antara pihak-pihak yang berkonflik.

Sementara itu, 28,24% responden berpendapat Indonesia sebaiknya bersikap netral dan tidak memihak. Sebanyak 23,96% responden memilih agar pemerintah lebih fokus pada kepentingan dalam negeri. Adapun 6,11% responden menyatakan Indonesia dapat mendukung salah satu pihak, sedangkan 0,98% responden mengaku tidak mengetahui sikap yang sebaiknya diambil.

Pandangan publik tersebut pada dasarnya sejalan dengan sikap resmi pemerintah. Melalui Kementerian Luar Negeri, pemerintah menegaskan bahwa Indonesia tetap bersikap netral dalam menyikapi konflik antara Iran, AS, dan Israel. Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu, Santo Darmosumarto, menyatakan bahwa Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif.

“Sebagai bentuk implementasi dari politik luar negeri kita yang bebas aktif dan tentunya amanat konstitusi untuk turut melaksanakan ketertiban dunia, Indonesia berharap untuk berperan sebagai honest broker, bukan sebagai aktor yang mengambil posisi terhadap salah satu pihak,” ujarnya, mengutip, Tempo, (7/3/2026).

Baca Juga: Survei GoodStats: Eskalasi Konflik Iran Vs AS-Israel dari Kacamata Publik Indonesia

Sumber:

https://goodstats.id/publication/survei-persepsi-publik-indonesia-terhadap-perang-amerika-israel-dan-iran-VxdUU

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook