Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Rusia menempati posisi pertama sebagai negara asal wisatawan mancanegara (wisman) yang paling lama bermukim di Indonesia pada tahun 2025, dengan rata-rata lama tinggal mencapai 24,39 hari. Durasi yang hampir menyentuh sebulan ini menjadikan wisatawan asal Rusia sebagai turis yang paling betah di Indonesia.
Posisi kedua diduduki oleh China dengan rata-rata masa tinggal selama 22,5 hari. Sementara itu, turis dari Belanda berada di urutan ketiga dengan lama tinggal di Indonesia sekitar 19,81 hari.
Wisatawan asal Jerman tercatat memiliki rata-rata lama tinggal di Indonesia sepanjang 17,45 hari, diikuti oleh Swiss sebagai pelengkap urutan lima besar dalam daftar dengan 17,32 hari.
Baca Juga: Tren Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia 2016-2025
Denmark bertengger di bangku keenam dengan durasi tinggal sekitar 17,21 hari. Posisi ketujuh diisi oleh turis dari Norwegia yang rata-ratanya menghabiskan 16,77 hari di Indonesia.
Prancis mengikuti di peringkat kedelapan dengan rata-rata 16,72 hari, disusul oleh Belgia dengan selisih waktu yang tipis, yaitu sekitar 16,62 hari.
Adapun Swedia menutup pemeringkatan dalam daftar negara yang turisnya paling betah tinggal di Indonesia ini, dengan durasi tinggal rata-rata sebesar 16,52 hari.
Data ini menunjukkan bahwa negara dari kawasan Eropa mendominasi sebagai wisatawan dengan masa tinggal terlama di Indonesia. Dari sepuluh negara dalam daftar, sembilan di antaranya berasal dari Benua Eropa.
Durasi kunjungan yang relatif panjang dari wisatawan asal Eropa ini dipengaruhi oleh daya tarik iklim tropis Indonesia yang dianggap eksotis. Hal tersebut diungkapkan oleh pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Chusmeru.
“Iklim semacam ini didukung oleh pantai, pegunungan, dan air terjun yang menawan yang sangat relate dengan motivasi kunjungan wisata, yaitu escape dari rutinitas kerja,” jelasnya kepada GoodStats, Senin (9/3/2026).
Selain faktor alam, ia menyebut wisatawan Eropa juga tertarik pada kekayaan budaya dan situs sejarah di Indonesia.
“Bali, Lombok, Toraja, Yogya menjadi destinasi wisata yang diminati wisatawan Eropa karena budaya dan tradisinya. Situs sejarah Borobudur dan Prambanan juga banyak dikunjungi,” terangnya.
Menurutnya, keramahtamahan masyarakat serta kondisi keamanan Indonesia turut menjadi pertimbangan bagi wisatawan Eropa. Kuliner seperti nasi padang, gudeg Yogyakarta, dan ayam betutu Bali juga menjadi daya tarik tersendiri bagi turis mancanegara.
Selain itu, harga produk wisata yang relatif terjangkau pun mendorong wisatawan Eropa tinggal lebih lama di Indonesia.
“Biaya hotel, restoran, dan transportasi di Indonesia masih sangat ramah di kantong wisatawan Eropa,” tutupnya.
Secara keseluruhan, rata-rata durasi tinggal wisman di Indonesia pada tahun 2025 menyentuh 9,92 hari. Angka ini naik jika dibandingkan dengan periode 2024 yang hanya mencatatkan lama tinggal turis sekitar 7,6 hari.
Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Paling Berkembang di Asia, Bandung Jadi Salah Satunya!
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/02/27/a43f03f45543dc4e9942f44c/statistik-indonesia-2026.html