Stroberi merupakan salah satu buah dataran tinggi yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), total produksi stroberi nasional mencapai 441.148,98 kuintal pada 2025. Jumlahnya naik dari tahun 2024 yang sebesar 317.706,02 kuintal.
Produksi stroberi nasional masih sangat terkonsentrasi di beberapa daerah tertentu, terutama di Pulau Jawa yang memiliki kawasan pegunungan dengan suhu sejuk, cocok untuk budidaya tanaman ini.
Jawa Barat menjadi produsen stroberi terbesar di Indonesia dengan produksi mencapai 417.185,50 kuintal. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 94,6% dari total produksi stroberi nasional, menunjukkan dominasi yang sangat kuat dibanding provinsi lainnya.
Baca Juga: Pisang Jadi Buah yang Paling Banyak Dipanen di Indonesia 2025
Di posisi kedua terdapat Jawa Timur dengan produksi 5.789,14 kuintal. Meski menjadi peringkat kedua nasional, jumlah produksinya masih sangat jauh dibandingkan Jawa Barat.
Posisi berikutnya ditempati Nusa Tenggara Barat dengan 4.848 kuintal, disusul Bali (4.514,70 kuintal) dan Jawa Tengah (4.296,99 kuintal).
Di peringkat keenam terdapat Sumatra Utara dengan produksi sebesar 1.630,5 kuintal, disusul Sumatra Barat (1.134,5 kuintal), Sulawesi Selatan (751,6 kuintal), dan Nusa Tenggara Timur (441,4 kuintal). Aceh melengkapi daftar sepuluh besar dengan produksi stroberi sebesar 263 kuintal pada 2025.
Tidak seperti kebanyakan buah lain yang dapat tumbuh di berbagai wilayah, stroberi membutuhkan suhu yang lebih rendah dan kondisi lingkungan khas dataran tinggi. Karena itu, produksi stroberi cenderung terkonsentrasi di provinsi yang memiliki kawasan pegunungan dan iklim sejuk.
Faktor ketinggian tempat, suhu udara, curah hujan, serta infrastruktur agrowisata turut berperan dalam mendorong pengembangan stroberi di berbagai daerah.
Baca Juga: Apa Orang Indonesia Suka Makan Sayur dan Buah?
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/ZUhFd1JtZzJWVVpqWTJsV05XTllhVmhRSzFoNFFUMDkjMyMwMDAw/produksi-tanaman-sayuran-dan-buah-buahan-semusim-menurut-provinsi-dan-jenis-tanaman-.html?year=2025