Raup Rp152 Triliun, Sektor Cukai Jadi Jagoan Penerimaan Negara Semester I 2026

Kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai sukses amankan nyaris separuh target APBN 2026 berkat lonjakan bea masuk dan keluar.

Rincian Penerimaan Kepabeanan dan Cukai

(Semester I 2026)
Ukuran Fon:

Kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai tampil impresif dengan raupan dana mencapai Rp152 triliun hingga akhir Juni 2026. Capaian solid ini sukses mengamankan 45,2% dari total target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun berjalan, sekaligus menjaga ritme perputaran roda ekonomi nasional tetap berada di jalur yang positif.

Sektor cukai masih mendominasi pundi-pundi penerimaan negara dengan sumbangsih raksasa senilai Rp109,4 triliun. Angka ini mencatatkan pertumbuhan tipis 0,6% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Lonjakan kinerja yang jauh lebih agresif justru datang dari instrumen bea masuk yang sukses menyetor Rp26,3 triliun atau melesat 11,3% yoy. Tidak ketinggalan, sektor bea keluar turut melengkapi kekuatan fiskal ini dengan torehan Rp16,4 triliun yang diiringi rasio pertumbuhan tertinggi menyentuh 11,7% yoy.

Baca Juga: Rincian Postur APBN Semester I 2026, Belanja dan Pendapatan Negara Tampil Solid!

Ketangguhan dari ketiga sektor penerimaan ini sangat krusial bagi postur keuangan negara, terutama dalam merealisasikan berbagai proyek vital di masyarakat.

"APBN terus berperan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan pelaksanaan agenda pembangunan nasional," tegas Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, Selasa (21/7/2026), menyoroti pentingnya peran strategis penerimaan negara.

Di luar tugas utamanya mengumpulkan rupiah, instansi kepabeanan juga terus memperketat fungsi pengawasan demi melindungi masyarakat serta mengamankan perekonomian domestik dari gempuran barang ilegal maupun praktik penyelundupan.

Sepanjang paruh pertama tahun ini, petugas di garda terdepan telah mengeksekusi 8.570 penindakan tegas yang sukses memblokir peredaran 904 juta batang rokok ilegal. Operasi penyisiran yang sama ketatnya juga diterapkan pada sektor pemberantasan narkotika. Sebanyak 819 penindakan berhasil dilakukan dengan total barang bukti sitaan mencapai 4,27 ton obat-obatan terlarang.

Harmonisasi antara optimalisasi kas negara dan efektivitas pengawasan ini menjadi bukti nyata hadirnya instrumen negara yang kuat. Tentu saja, keberhasilan kedua pilar ini tidak lepas dari dukungan serta partisipasi aktif masyarakat luas yang turut menjaga ruang fiskal tetap sehat.

Baca Juga: Kinerja Pegadaian Semester I 2026: Laba Naik 84,4%, Aset Tembus Rp186,33 Triliun

Sumber:

https://www.instagram.com/p/DbLF1vgiYSZ

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook