Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI kembali mencatatkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sangat tangguh pada paruh pertama tahun 2026. Fondasi makroekonomi yang solid sukses membawa realisasi postur keuangan negara tampil prima, sekaligus mengundang apresiasi prestisius dari entitas pemeringkat internasional.
Hingga akhir Juni 2026, kas negara tercatat sukses meraup total pendapatan sebesar Rp1.459,4 triliun. Menilik rinciannya, penerimaan pajak masih menjadi penyokong utama pembangunan dengan sumbangsih menyentuh Rp1.035,7 triliun.
Pundi-pundi ini semakin menebal berkat dorongan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) senilai Rp271,0 triliun, disusul penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai di angka Rp152,0 triliun.
Baca Juga: 10 Wilayah dengan Tingkat Inflasi Tertinggi di Jawa Juni 2026
Sejalan dengan laju pendapatan yang kuat, pemerintah juga terus mengakselerasi eksekusi belanja negara guna merealisasikan berbagai program prioritas. Total dana sebesar Rp1.656,0 triliun telah digelontorkan ke masyarakat.
Alokasi jumbo ini terbagi ke dalam belanja pemerintah pusat sejumlah Rp1.298,6 triliun dan penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) yang mencapai Rp357,4 triliun.
Menariknya, postur keuangan negara ini tetap terjaga di batas yang sangat aman. Defisit tercatat terkendali di level Rp196,5 triliun, atau hanya menyentuh 0,76% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Instrumen APBN bahkan berhasil membukukan surplus keseimbangan primer hingga Rp85,1 triliun.
Ketangguhan manajemen fiskal ini tak pelak membuahkan pengakuan dari dua lembaga pemeringkat ternama. Standard & Poor's (S&P) mantap mempertahankan peringkat Indonesia di level BBB dengan outlook stabil. Lembaga pemeringkat China Lianhe Credit Rating bahkan memberikan rating tertinggi AAA untuk Tanah Air.
Pemberian status mentereng ini didasari oleh konsistensi pertumbuhan ekonomi nasional yang tegak di atas 5% sejak 2022. Tingkat inflasi yang terkendali serta rasio utang pemerintah yang sangat pruden dinilai menjadi modal krusial bagi Indonesia dalam meredam berbagai guncangan eksternal di masa depan.
Baca Juga: Hanya 15% Publik RI yang Menilai Kondisi Ekonomi Nasional Baik
Sumber:
https://www.instagram.com/p/DbFRxNtATMe