98% Publik RI Tahu GoPay, Jadi E-Wallet Paling Dikenal 2026
GoPay sukses menjadi merek dompet digital yang paling dikenali oleh masyarakat lewat catatan pengenalan publik sebesar 98%.
Tingkat Kesadaran Merek E-Wallet di Indonesia
(Tahun 2026)
Unduh
Laporan riset Populix memetakan tingkat pengenalan publik terhadap berbagai merek e-wallet di Indonesia pada tahun 2026. Pengumpulan data lapangan ini melibatkan 1.026 responden dengan dominasi pekerja dari kelompok Gen Z dan Milenial. Layanan transaksi elektronik ini rupanya menempati urutan kedua sebagai produk yang paling rutin dipakai dalam keseharian masyarakat dengan persentase 70%.
Aplikasi yang paling banyak menempel di ingatan publik dari rutinitas harian tersebut adalah GoPay lewat angka 98%. Anak usaha PT Dompet Anak Bangsa ini dulunya beroperasi sebagai fitur internal di aplikasi Gojek sebelum akhirnya berdiri sendiri pada pertengahan 2023.
Posisi puncak itu langsung dibuntuti oleh e-wallet bersistem terbuka bernama DANA. Platform yang didukung oleh investor Emtek dan Ant Group tersebut sukses mencatatkan tingkat kesadaran merek sebesar 97%. Mereka secara resmi turun meramaikan industri keuangan digital tanah air sejak tahun 2018.
Baca Juga: Motor dan e-wallet Dominasi Penggunaan Harian Publik RI 2025
Jarak angka yang sangat tipis turut mengiringi kehadiran OVO di urutan ketiga berbekal persentase 94%. Kepemilikan saham layanan yang dibangun oleh Grup Lippo pada tahun 2017 ini sekarang telah dikuasai secara penuh oleh Grab Holdings Inc.
Melengkapi barisan aplikasi dengan popularitas di atas 90%, ShopeePay turut hadir lewat angka 91%. Platform tersebut sejak awal bertugas sebagai pilar keuangan dari perusahaan induk raksasa Sea Group.
Berbeda dari empat nama sebelumnya, peta persaingan mulai menampilkan penurunan angka yang tajam pada LinkAja lewat perolehan 66%. Perusahaan bernama PT Fintek Karya Nusantara ini merupakan hasil inisiatif pemerintah pada Maret 2019 dalam menggabungkan berbagai produk uang elektronik negara ke dalam satu tempat.
Tren penurunan pengenalan publik yang semakin dalam berlanjut pada aplikasi i.saku di angka 33%. Jaringan minimarket Indomaret merilis layanan ini secara nasional pada bulan Oktober 2019 melalui PT Inti Dunia Sukses. Kehadirannya dirancang secara khusus untuk melayani pengelolaan poin pelanggan dan transaksi di kasir fisik mereka.
Capaian kesadaran merek yang berdekatan juga dialami oleh Sakuku dengan persentase 28%. Grup BCA telah membuat dan memperkenalkan layanan ini sejak September 2015 sebagai langkah bank untuk mengimbangi pesatnya kemajuan teknologi keuangan.
Urutan terbawah pada daftar persaingan ini akhirnya ditempati oleh DOKU yang dikenali oleh 26% responden. PT Nusa Satu Inti Artha padahal memegang rekam jejak paling tua karena telah merintis sistem pembayaran elektronik sejak tahun 2007.
Baca Juga: 10 Pertimbangan Utama Publik Indonesia Memilih e-wallet Favorit 2025
Sumber:
info.populix.co/data-hub/reports/indonesia-best-brand-index-2026
Ditulis oleh Demas Reyhan Adritama
IT & Sports Enthusiast
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
10 Kota Asia dengan Tarif Taksi 5 Km Termahal, Jakarta Nomor Berapa?
10 Alasan Gen Z Suka Nonton Konser 2026, Buat Healing?
38% Warga Solo Tinggal di Rumah Kontrakan, Tertinggi di Jawa Tengah