Kepemilikan Komputer Perkotaan Sentuh 26% pada 2025, Perdesaan Masih Tertinggal Jauh
Tingkat kepemilikan perangkat komputer skala rumah tangga di kawasan perkotaan Indonesia berhasil menyentuh angka 26,49% pada tahun 2025.
Tren Kepemilikan Komputer dalam Rumah Tangga di Perkotaan dan Perdesaan
(Tahun 2022-2025)
Unduh
Gempuran digitalisasi nyatanya belum merata hingga ke seluruh pelosok negeri. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2025 mencatat jurang kesenjangan digital yang tajam pada indikator kepemilikan komputer rumah tangga antara kawasan perkotaan dan perdesaan.
Secara nasional, rata-rata kepemilikan komputer dalam rumah tangga di Indonesia pada 2025 berada di angka 19,94%. Namun, distribusi angka gabungan ini menyembunyikan ketimpangan ekstrem di lapangan.
Di wilayah perkotaan, adopsi perangkat komputasi sukses melampaui rata-rata nasional dan menyentuh 26,49% pada 2025. Kontras dengan pencapaian tersebut, kepemilikan komputer di wilayah perdesaan baru tertatih mencapai 10,42%. Selisih persentase mencolok ini menjadi bukti nyata lebarnya jurang ketimpangan infrastruktur digital.
Baca Juga: Persentase Penggunaan Perangkat Digital Peserta Didik 2025
Jika ditarik mundur, jarak adopsi teknologi ini telah memola secara konsisten. Pada 2022, kepemilikan komputer di kawasan perkotaan sudah bertengger kuat di posisi 24,89%.
Persentase tersebut sempat terkoreksi tipis menjadi 24,76% pada 2023, namun kembali melesat ke 25,23% pada 2024, hingga akhirnya mendominasi tahun ini. Stabilitas tren ini membuktikan warga kota terus memprioritaskan ketersediaan fasilitas teknologi pendukung produktivitas di rumah.
Sebaliknya, laju pertumbuhan di kawasan perdesaan merangkak dengan sangat lambat. Pada 2022, adopsi komputer pedesaan hanya berada di level 8,65%.
Pergerakannya nyaris stagnan menjadi 8,68% pada 2023 dan hanya naik ke 8,98% pada 2024. Kepemilikan ini akhirnya baru mampu menembus batas dua digit pada 2025.
Capaian pelan tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar keluarga desa belum memprioritaskan perangkat keras ini di tengah masifnya peralihan menuju penggunaan telepon seluler pintar untuk kebutuhan digital harian.
Lambatnya penetrasi komputasi di perdesaan berkaitan erat dengan keterbatasan pasokan listrik, stabilitas sambungan internet, serta minimnya infrastruktur pendukung teknologi informasi secara keseluruhan. Di sisi lain, tingginya penetrasi di perkotaan sangat didorong oleh karakteristik aktivitas ekonomi serta tuntutan berbagai sektor pekerjaan modern yang mewajibkan kemampuan komputasi tingkat tinggi.
Mayoritas masyarakat di perdesaan masih terserap di sektor pertanian yang memiliki intensitas penggunaan komputer lebih rendah. Realitas kesenjangan ekonomi dan infrastruktur ini menjadi tantangan krusial dalam mewujudkan pemerataan ekosistem digital.
Baca Juga: Jakarta Jadi Provinsi dengan Pengguna Komputer Terbanyak 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/08/31/49c6f2edbe4fdc176175d833/statistik-telekomunikasi-indonesia-2025.html
Ditulis oleh Demas Reyhan Adritama
IT & Sports Enthusiast
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
Skor PISA 8 Negara ASEAN 2025, Kemampuan Siswa Indonesia Merosot