10 Isu yang Melatarbelakangi Pelanggaran Kebebasan Berekspresi Digital Triwulan II 2026
Isu politik, personal, dan ekonomi mendominasi pelanggaran kebebasan berekspresi di ranah digital, dengan masing-masing 9 kasus pada Triwulan II 2026
Isu politik, personal, dan ekonomi mendominasi pelanggaran kebebasan berekspresi di ranah digital, dengan masing-masing 9 kasus pada Triwulan II 2026
SAFEnet mencatat pengancaman menjadi bentuk serangan digital terbanyak, mencapai 73 dari total 283 kasus pada Triwulan II 2026
Kombinasi angka atau PIN (31%) menjadi cara login paling disenangi publik RI pada tahun 2026, diikuti sidik jari (25,9%) dan pola (24,7%)
Halodoc (36,3%) menjadi aplikasi kesehatan online pilihan utama publik Indonesia pada tahun 2026, diikuti Alodokter (32,7%) dan Klik Dokter (10,6%)
Dalam 5 tahun terakhir, tingkat penetrasi internet di Indonesia terus naik. Dari mulanya sebesar 77% pada tahun 2022, kini menembus 81,72% pada tahun 2026
Durasi sebulan atau 30 hari (64,1%) menjadi pilihan masa berlaku paket data seluler yang paling digemari mayoritas publik Indonesia pada tahun 2026
Sebanyak 62,7% responden mengaku tidak luput menonton TV hampir atau bahkan setiap hari
Gorontalo menjadi provinsi dengan jumlah pendengar radio tertinggi mencapai 26,02% menurut survei BPS
Penetrasi internet Indonesia mencapai 81,72% pada 2026 dengan total 235,26 juta pengguna yang telah terkoneksi internet nasional
Pada awal 2026, 13 kasus politik mendominasi pelanggaran kebebasan berekspresi digital, disusul ekonomi 8 kasus dan agama 6 kasus
Penggunaan telepon seluler mendominasi di semua jenjang, sementara akses komputer dan internet meningkat seiring tingkat pendidikan
Simak pengeluaran publik Indonesia untuk membeli internet seluler setiap bulannya
Prabayar vs pascabayar, simak preferensi pilihan pembayaran internet publik Indonesia
Tingkat penetrasi internet Pulau Jawa paling tinggi se-Indonesia, simak penetrasi di tiap provinsi
Sebanyak 35,9% masyarakat Indonesia punya jam online 4-6 jam per hari, masuk kategori sedang
Media sosial dan rekomendasi orang terdekat jadi sumber utama informasi e-wallet, menandai pergeseran pola konsumsi informasi ke arah digital
Kemudahan aplikasi dan metode pembayaran jadi faktor utama dalam memilih e-wallet, melampaui promo hingga pengaruh media sosial
Tidak alami dan terlalu robotik (25%) menjadi alasan utama publik RI tidak menggunakan AI, diikuti risiko kebocoran data (23%) dan ketergantungan (20%)
Pada 2024, pelaku e-commerce didominasi lulusan SMA sebesar 50,72%, menunjukkan bahwa usaha digital kini semakin mudah diakses oleh masyarakat
Sebanyak 92% responden merasa penggunaan AI berpengaruh terhadap produktivitas, 18% di antaranya merasa sangat berpengaruh
atau masuk dengan akun media sosial