Respons Publik RI terhadap Konflik Iran Vs AS-Israel, Mayoritas Cemas

Respons publik RI terhadap konflik Iran vs AS dan Israel didominasi oleh perasaan cemas 42,31%, disusul oleh respons marah sebanyak 14,9% dan sedih 12,02%.

Ragam Respons Publik RI terhadap Konflik Iran Vs AS-Israel

(Maret 2026)
Ukuran Fon:

Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel memunculkan berbagai respons dari masyarakat Indonesia. Perkembangan situasi di Timur Tengah tersebut tidak hanya menjadi perhatian media internasional, tetapi juga melahirkan kekhawatiran di kalangan publik karena dinilai dapat berdampak pada kondisi ekonomi, energi, hingga stabilitas global.

Baca Juga: Konflik Iran–AS Tuai Respons Netral di Media Online

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh GoodStats pada 7–11 Maret 2026 secara online terhadap 540 responden yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia, emosi yang paling banyak dirasakan masyarakat terhadap konflik ini adalah rasa cemas.

Sebanyak 42,31% responden mengaku merasa cemas terhadap perkembangan konflik tersebut. Tingginya persentase ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memandang konflik ini berpotensi membawa dampak yang cukup besar, baik secara global maupun terhadap kondisi di dalam negeri.

Selain rasa cemas, respons emosional lain yang muncul adalah marah sebesar 14,9% dan sedih sebesar 12,02%. Rasa marah sebagian dipicu oleh kekhawatiran terhadap eskalasi konflik yang semakin luas, sementara rasa sedih muncul karena konflik bersenjata dinilai dapat memperburuk kondisi kemanusiaan di kawasan yang terdampak.

Di sisi lain, 10,7% responden menyatakan sikap netral, yang menunjukkan bahwa sebagian masyarakat memilih untuk melihat perkembangan situasi tanpa menunjukkan emosi yang terlalu kuat.

Emosi lainnya yang juga muncul adalah takut sebesar 10,34%, diikuti oleh bingung sebesar 7,33%. Perasaan takut biasanya berkaitan dengan kemungkinan konflik yang semakin meluas, sementara kebingungan muncul karena situasi geopolitik yang dinilai cukup kompleks.

Lebih lanjut, hanya 1,20% responden yang menyatakan tidak peduli terhadap isu tersebut, dan 1,20% lainnya menyampaikan respons emosional yang berbeda.

Survei Goodstats juga turut menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat menilai konflik ini dapat berdampak terhadap kondisi Indonesia. Sekitar 60% responden menyatakan bahwa konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berpotensi memberikan dampak yang cukup signifikan bagi Indonesia.

Dari berbagai aspek yang dinilai terdampak, harga energi dan bahan bakar minyak (BBM) menjadi kekhawatiran terbesar dengan persentase 34,8%. Hal ini tidak terlepas dari posisi Timur Tengah yang menjadi salah satu pusat perdagangan energi dunia. Selain itu, stabilitas ekonomi juga menjadi perhatian dengan persentase 26,06%, karena konflik internasional sering kali memengaruhi pasar global dan perdagangan internasional.

Beberapa responden juga menilai konflik ini dapat berdampak pada harga kebutuhan pokok sebesar 15,59%, diikuti oleh kekhawatiran terhadap keamanan nasional sebesar 8,55%. Selain itu, stabilitas politik disebut oleh 7,24% responden, sementara hubungan diplomatik Indonesia menjadi perhatian bagi 7,14% responden.

Kekhawatiran masyarakat semakin meningkat setelah muncul kabar mengenai penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang berpotensi mengganggu jalur perdagangan minyak internasional. Jalur laut tersebut selama ini menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia.

Baca Juga: Survei GoodStats: Eskalasi Konflik Iran Vs AS-Israel dari Kacamata Publik Indonesia

Sumber:

https://goodstats.id/publication/survei-persepsi-publik-indonesia-terhadap-perang-amerika-israel-dan-iran-VxdUU

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook