Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin banyak dimanfaatkan oleh lembaga pendidikan untuk mendukung berbagai aktivitas, mulai dari proses pembelajaran hingga layanan administrasi.
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2026 melakukan survei terkait tujuan penggunaan AI di lembaga pendidikan. Survei tersebut dilaksanakan pada 1 Februari-15 Maret 2026 terhadap 304 responden dari lembaga pendidikan yang menggunakan internet di 38 provinsi di Indonesia.
Adapun pertanyaan mengenai tujuan penggunaan AI bersifat multiple answer, sehingga responden dapat memilih lebih dari satu jawaban sesuai kebutuhan lembaga masing-masing.
Baca Juga: 95% Mahasiswa RI Gunakan AI dalam Proses Pembelajaran
Berdasarkan hasil survei, tujuan utama penggunaan AI di lembaga pendidikan adalah untuk pengembangan konten pembelajaran dengan persentase 24,1%. Pemanfaatan ini mencakup pembuatan materi ajar hingga kuis adaptif yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
Selain itu, AI juga digunakan sebagai alat bantu bagi staf dan guru dengan persentase 18%, seperti membantu penyusunan silabus, dokumen, maupun sistem penilaian.
Sementara itu, layanan informasi dan bantuan bagi siswa maupun orang tua serta peningkatan efisiensi administrasi masing-masing mencatatkan persentase 16,4%.
Penggunaan AI sebagai sistem tutor cerdas atau asisten mengajar berbasis AI tercatat sebesar 11,3%, sedangkan pemanfaatannya untuk analisis prediktif dan akademik mencapai 11,2%. Adapun 2,7% responden memilih kategori penggunaan lainnya.
Meski demikian, pemanfaatan AI di lembaga pendidikan masih dihadapkan pada sejumlah tantangan. Survei APJII 2026 mencatat bahwa kurangnya tenaga ahli atau staf yang terampil di bidang AI menjadi kendala terbesar dengan persentase 23,7%.
Selain itu, keterbatasan dana (19,1%) serta kekhawatiran terkait privasi dan keamanan data (16,4%) juga menjadi hambatan dalam penerapan teknologi tersebut.
Hasil survei ini menunjukkan bahwa pemanfaatan AI di lembaga pendidikan tidak hanya difokuskan pada proses pembelajaran, tetapi juga mulai digunakan untuk mendukung administrasi, layanan informasi, dan pengambilan keputusan akademik. Namun, dalam prosesnya, masih terdapat kendala dan tantangan yang harus dihadapi.
Baca Juga: Hanya 11% Penduduk RI yang Gunakan Internet untuk Belajar
Sumber:
https://www.apjii.or.id/