Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis Profil Kemiskinan di Indonesia per bulan Maret 2026. Dalam laporannya, jumlah penduduk miskin di Indonesia tercatat mencapai 22,93 juta per Maret 2026, turun 0,92 juta jiwa terhadap Maret 2025. Jumlah tersebut terdiri atas 10,83 juta jiwa di daerah perkotaan dan 12,10 juta jiwa daerah perdesaan.
BPS mendefinisikan penduduk miskin sebagai penduduk dengan rata-rata per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan (GK) atau sebesar Rp669.235 per kapita per bulan. Dalam pengukuran, kemiskinan dipandang sebagai suatu ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan maupun bukan makanan.
BPS mencatat terdapat beberapa faktor yang memengaruhi tingkat kemiskinan, salah satunya adalah kenaikkan perekonomian Indonesia pada Triwulan I 2026 sebesar 5,61% secara year-on-year (YoY).
Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbanyak, tembus 3,7 juta jiwa. Urutan kedua diduduki oleh Jawa Barat sebanyak 3,4 juta jiwa. diikuti Jawa Tengah sebanyak 3,3 juta jiwa.
Baca Juga: 10 Daerah dengan Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak di Jawa Timur 2025
Meskipun demikian, jumlah penduduk miskin daerah perdesaan di Jawa Timur lebih tinggi dibandingkan daerah perdesaan dari dua provinsi Pulau Jawa lainnya, tembus hingga 2,1 juta jiwa. Sementara itu, perkotaan Jawa Barat memiliki jumlah penduduk miskin paling banyak, mencapai 2,7 juta jiwa.
Selanjutnya, di urutan keempat terdapat Sumatra Utara dengan total 1,1 juta jiwa, diikuti Nusa Tenggara Timur sebesar 1 juta jiwa dan Sumatra Selatan sebanyak 870 ribu jiwa.
GK per kapita dari Sumatra Utara cukup tinggi daripada Sumatra Selatan maupun Nusa Tenggara Timur, yakni menyentuh angka Rp743.301.
Lampung menduduki urutan ketujuh dengan capaian jumlah 831 ribu jiwa, disusul oleh Banten sebesar 747 ribu jiwa dan diikuti oleh Aceh sebanyak 714 ribu jiwa. Daftar jumlah penduduk miskin tertinggi ditutup oleh Sulawesi Selatan dengan 669 ribu jiwa.
Baca Juga: Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia 10 Tahun Terakhir
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/08/05/2594/profil-kemiskinan.html