10 Negara dengan Total Permintaan Emas Batangan dan Koin Terbanyak Q2 2026

China konstan menempati posisi pertama dengan permintaan investasi emas batangan dan koin mencapai 107 ton.

10 Negara dengan Total Permintaan Emas Batangan dan Koin Terbanyak

(Kuartal II 2026)
Ukuran Fon:

Berdasarkan laporan Global Demand Trends oleh World Gold Council (WGC), investasi emas batangan dan koin tetap stabil secara tahunan sepanjang Kuartal II 2026. China menjadi negara dengan permintaan emas batangan dan koin terbanyak, mencapai 107 ton.

Sejak Kuartal I 2026, China berada pada posisi pertama dengan permintaan sebesar 206,9 ton. Negara satu ini secara global tetap menjadi pasar emas batangan dan koin terbesar di dunia. Suku bunga domestik yang rendah, tingginya risiko geopolitik, dan lemahnya sektor properti, menjadi faktor tetap yang mendorong permintaan emas di China pada paruh pertama 2026.

Posisi kedua ditempati oleh India dengan permintaan mencapai 50,3 ton, diikuti oleh Turki yang menyentuh 19,5 ton.

Di sisi lain, Indonesia menempati posisi keempat sebagai negara dengan permintaan emas batangan dan koin terbanyak, yakni sebesar 14,5 ton. Nilai ini lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya, namun secara year-on-year (YoY) permintaan emas batangan dan koin tetap melonjak 40%.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 13 Juli 2026 Turun, Simak Daftar Harga Terbarunya

Lonjakan tersebut mempertahankan posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan kinerja pasar terkuat. Ketidakpastian prospek ekonomi serta melemahnya mata uang rupiah semakin menegaskan peran emas sebagai nilai lindung inflasi.

Merespons hal tersebut, pemerintah Indonesia menunjukkan ambisinya melalui peluncuran Roadmap Sistem Bullion guna memberikan kepastian hukum sekaligus memperluas akses pasar investasi emas fisik kepada masyarakat.

Selisih 0,7 ton, Amerika Serikat tepat berada di bawah Indonesia dengan 13,8 ton, disusul Tailan sebanyak 10,9 ton, serta 9,3 ton untuk Rusia yang menduduki posisi ketujuh.

Daftar 10 besar dilengkapi oleh Jerman sebanyak 8,5 ton, Korea selatan dengan 6,6 ton, dan Vietnam sebesar 6,5 ton.

Data ini diperoleh dari laporan rutin per kuartal mengenai tren permintaan emas yang disusun oleh WGC berdasarkan pendataan volume serta nilai transaksi perhiasan (jewellery), Investasi (emas batangan, koin dan ETF), pembelian dan penjualan bank sentral, serta penggunaan emas pada sektor teknologi.

Baca Juga: Kinerja Pegadaian Semester I 2026: Laba Naik 84,4%, Aset Tembus Rp186,33 Triliun

Sumber:

https://www.gold.org/goldhub/research/gold-demand-trends/gold-demand-trends-q2-2026

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook