Poin Penting
- Bandung menjadi kota termacet di Indonesia pada 2025 dengan tingkat kemacetan 64,1%.
- Tingkat kemacetan Bandung naik 0,9% dari 63,2% pada 2024.
- Jakarta menempati posisi kedua dengan tingkat kemacetan 59,8%, naik 1,1% dari tahun sebelumnya.
- Medan berada di posisi ketiga dengan 54,7%, namun mengalami penurunan kemacetan 1,8%.
- Palembang mengalami penurunan tingkat kemacetan sebesar 0,8% menjadi 52,7%.
- Surabaya masuk lima besar kota termacet dengan tingkat kemacetan 43,7%, naik 0,7%.
Berdasarkan data TomTom Traffic Index, posisi puncak dalam pemeringkatan kota termacet di Indonesia pada tahun 2025 adalah Bandung. Ibu kota Jawa Barat ini mencatatkan tingkat kemacetan hingga menyentuh angka 64,1%.
Persentase tersebut menandakan tambahan waktu tempuh rata-rata yang harus dihabiskan pengendara saat terjebak macet, dibandingkan dengan kondisi lalu lintas yang lancar. Artinya, durasi perjalanan akibat kemacetan di Bandung akan memakan waktu 64,1% lebih lama daripada saat jalanan lengang.
Tren mobilitas di Kota Kembang ini nyatanya kian memburuk. Angka kemacetan di Bandung mengalami kenaikan sebesar 0,9% jika dibandingkan dengan persentase tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, tingkat kemacetan Bandung tercatat berada di angka 63,2%.
Baca Juga: Musim Mudik! Ini 10 Titik Macet di Jawa Barat dan Jalur Alternatifnya
Uniknya, Jakarta yang selama ini identik dengan stigma kota yang paling macet bertengger di urutan kedua dalam daftar kota termacet di Indonesia. Tingkat kemacetan di Jakarta pada tahun 2025 tercatat sebesar 59,8%. Angka ini naik 1,1% dari capaian tahun 2024 yang mencatatkan angka 58,7%.
Ibu kota Sumatra Utara, yaitu Medan, menduduki posisi ketiga dalam pemeringkatan ini sekaligus sebagai kota paling macet di Sumatra, dengan persentase kepadatan lalu lintas sebesar 54,7%.
Dibandingkan dua kota sebelumnya, kemacetan lalu lintas di Medan justru menunjukkan perbaikan. Pada tahun 2024, persentase kepadatan jalanan di kota ini berada di angka 56,5% yang berarti terjadi penyusutan kemacetan sebesar 2,3% pada tahun 2025 ini.
Hanya berselisih tipis, bangku keempat dalam daftar ini masih diisi oleh wilayah Sumatra, yaitu Palembang. Ibu kota Sumatra Selatan ini mencatatkan angka kemacetan sebesar 52,7%.
Tren penurunan kemacetan juga terjadi di Palembang dengan penyusutan sebesar 0,8%. Pada tahun 2024, tingkat kemacetan Palembang menyentuh angka 53,5%.
Adapun Surabaya menutup daftar lima besar kota paling macet di Indonesia tahun 2025 ini. Persentase kepadatan lalu lintas di ibu kota Jawa Timur tersebut mencapai 43,7%.
Serupa dengan dua kota lain di Pulau Jawa, Surabaya turut mencatatkan kenaikan tingkat kemacetan sebesar 0,7% bila dibandingkan dengan catatan tahun 2024 yang berada di angka 43%.
Secara umum, daftar kota termacet ini didominasi oleh daerah dari Jawa. Dari 5 kota, 3 di antaranya berasal dari Jawa, menegaskannya sebagai wilayah dengan mobilitas terpadat di Indonesia.
Tren lonjakan tingkat kemacetan yang terpantau hanya terjadi pada kota-kota di Jawa menjadi indikator bahwa beban kapasitas infrastruktur jalan di wilayah tersebut semakin padat.
Baca Juga: Kepuasan Warga Jakarta terkait Penanganan Kemacetan dan Polusi Masih Rendah
Sumber:
https://www.tomtom.com/traffic-index/ranking/