Jika Pemilu Digelar Sekarang, Siapa yang Jadi Pilihan Publik RI?

Survei SMRC mencatat tingkat elektabilitas Prabowo Subianto per Juli 2026 sebesar 14,5%, kalah dari Dedi Mulyadi yang mencapai 35%.

10 Tokoh Publik dengan Tingkat Elektabilitas Tertinggi

(Juli 2026)
Ukuran Fon:

Poin Penting

  • Dedi Mulyadi memiliki elektabilitas tertinggi sebesar 35% per Juli 2026.
  • Elektabilitas Prabowo Subianto turun drastis dari 34,9% pada November 2025 menjadi 14,5% pada Juli 2026.
  • Anies Baswedan menempati posisi ketiga dengan elektabilitas 8,2%.
  • Gibran Rakabuming Raka memperoleh dukungan 7,7% dalam survei ini.
  • Survei SMRC ini dilakukan pada 5-19 Juli 2026 dengan 749 responden dan margin of error 3,7%.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Dedi Mulyadi menjadi tokoh publik dengan tingkat elektabilitas atau keterpilihan tertinggi per Juli 2026, melampaui figur-figur besar lainnya.

Gubernur Jawa Barat tersebut sukses mendominasi panggung politik dengan meraup 35% suara. Angka ini bahkan berhasil menumbangkan tingkat keterpilihan Presiden Republik Indonesia (RI) petahana, Prabowo Subianto yang kini hanya memperoleh dukungan sebesar 14,5%.

Tidak hanya itu, tingkat elektabilitas Prabowo juga sedang mengalami tren penurunan jika dibandingkan dengan periode survei sebelumnya. Pada November 2025, tingkat keterpilihannya masih memimpin dan unggul dibandingkan tokoh lainnya, yaitu berada di angka 34,9%.

Memasuki Maret 2026, posisinya mulai menurun tipis menjadi 33,3%, sebelum akhirnya anjlok drastis pada Juli 2026 hingga posisi puncaknya direbut oleh Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Sentimen Negatif terhadap Kondisi Politik di Era Prabowo Melonjak ke 42%

Menyusul di urutan ketiga, terdapat nama Anies Baswedan yang mencatatkan tingkat keterpilihan tertinggi ketiga dengan perolehan angka 8,2% jika pemilihan umum (pemilu) kembali digelar saat ini.

Adapun Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka mendapatkan porsi dukungan sebesar 7,7%, disusul oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono di urutan kelima dengan angka keterpilihan 4,9%.

Selanjutnya, Ganjar Pranowo bertengger di urutan keenam sebagai figur dengan perolehan suara sebesar 4,2% per Juli 2026. Bangku ketujuh diisi oleh Mahfud MD dengan raihan persentase yang sangat berselisih tipis, yaitu sebesar 4%.

Dengan angka yang lebih kecil, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani turut disebut dalam survei pencalonan presiden ini. Puan mendapatkan dukungan 1,3% untuk tingkat keterpilihannya di mata publik.

Menariknya, aspirasi dari wilayah timur Indonesia turut mewarnai hasil survei ini. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos dinyatakan cocok menjadi presiden oleh 1,2% publik Indonesia.

Daftar 10 besar tokoh publik dengan tingkat elektabilitas tertinggi per Juli 2026 ditutup oleh Purbaya Yudhi Sadewa. Menteri Keuangan (Menkeu) RI ini sukses mengamankan posisi kesepuluh dengan mengantongi angka keterpilihan sebesar 1,1%.

Pengumpulan data dalam survei bertajuk Elektabilitas Calon-Calon Presiden ini dilakukan secara kualitatif melalui wawancara, baik secara tatap muka dengan metode stratified multistage random sampling maupun via telepon menggunakan metode double sampling.

Dengan total responden sebanyak 749 orang yang telah memiliki hak pilih, yaitu berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah, survei ini dilakukan pada 5-19 Juli 2026. Adapun margin of error dalam survei sebesar 3,7% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Baca Juga: 1,5 Tahun Memimpin, Prabowo Sudah Kunjungi 56 Negara dan Forum Internasional: Rekor Baru Diplomasi Indonesia?

Sumber:

https://saifulmujani.com/elektabilitas-calon-calon-presiden/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook