Akses Internet Rumah Tangga Tembus 91%, Bagaimana Kepemilikan Komputernya?
Akses jaringan internet pada tingkat rumah tangga di Indonesia terus mengalami lonjakan yang pesat hingga sukses menyentuh angka 91,66% pada 2025.
Persentase Akses Internet dan Kepemilikan Komputer Rumah Tangga di Indonesia
(Tahun 2021-2025)
Unduh
Perkembangan infrastruktur digital di Indonesia terus menunjukkan tren yang sangat positif setiap tahunnya. Kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas yang cepat memicu lonjakan tingkat pemanfaatan jaringan internet pada skala rumah tangga. Catatan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menunjukkan bahwa penetrasi internet rumah tangga secara nasional sukses menyentuh angka 91,66% pada tahun 2025.
Tren peningkatan ini sebenarnya sudah bergerak stabil sejak lima tahun terakhir. Pada tahun 2021, persentase rumah tangga yang dapat mengakses dunia maya tercatat sebesar 82,07%. Angka tersebut kemudian merangkak naik menjadi 86,54% pada tahun 2022 dan 87,09% pada tahun 2023.
Pertumbuhan itu terus melaju menyentuh 89,76% pada tahun 2024 sebelum akhirnya mendominasi di atas level 90% pada tahun ini. Lonjakan tersebut mengindikasikan bahwa akses layanan digital semakin meluas ke berbagai lapisan masyarakat.
Baca Juga: Hiburan Jadi Alasan Utama Publik RI Gunakan Internet pada 2025
Di balik masifnya penetrasi internet tersebut, realitas yang sangat kontras justru terlihat pada indikator kepemilikan komputer. Perangkat komputasi yang mencakup PC desktop, laptop, hingga tablet ini rupanya belum diadopsi secara luas di rumah-rumah warga.
Data memotret bahwa persentase rumah tangga yang memiliki atau menguasai komputer hanya berada di level 19,94% pada tahun 2025. Artinya, secara nasional baru sekitar satu dari lima rumah tangga saja yang memiliki fasilitas perangkat tersebut.
Pertumbuhan kepemilikan perangkat komputasi ini cenderung bergerak sangat lambat jika dibandingkan dengan agresifnya laju akses internet. Pada tahun 2021, tingkat kepemilikan komputer tercatat sebesar 18,24%.
Persentase ini bahkan sempat mengalami penurunan tipis ke angka 18,04% di tahun 2022 dan 18,06% pada tahun 2023. Peningkatan baru mulai kembali terlihat pada tahun 2024 dengan capaian 18,52%.
Ketimpangan angka antara tingginya akses internet dan lambatnya kepemilikan komputer ini sejalan dengan kuatnya dominasi telepon seluler di tengah masyarakat. Warga saat ini lebih banyak mengandalkan smartphone untuk memenuhi kebutuhan digital sehari-hari karena fungsinya yang sudah memadai dan dinilai jauh lebih praktis.
Akibatnya, kepemilikan komputer kini semakin terkonsentrasi pada rumah tangga yang memang membutuhkannya secara spesifik untuk aktivitas produktif, pekerjaan, atau tingkat komputasi yang lebih kompleks.
Baca Juga: Jumlah Kepemilikan Komputer di Indonesia Terus Naik, 10 Provinsi ini yang Tertinggi di 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/08/31/49c6f2edbe4fdc176175d833/statistik-telekomunikasi-indonesia-2025.html
Ditulis oleh Demas Reyhan Adritama
IT & Sports Enthusiast
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
Produksi Perikanan Indonesia Tembus 6,78 Juta Ton pada Triwulan II 2026
RAPBN 2027: Otorita IKN Dipagu Rp6,7 Triliun, Fokus Pengembangan Kawasan
Jadi Brand Thai Tea Terfavorit, Ini 10 Alasan Publik RI Pilih Chatime