Indonesia kembali menunjukkan kekayaan keanekaragaman hayatinya melalui temuan puluhan spesies baru sepanjang tahun 2025. Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mencatat sebanyak 51 spesies baru yang berhasil diidentifikasi dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional. Informasi ini disampaikan melalui Siaran Pers BRIN Nomor 6/SP/HM/BKPUK/II/2026.
Baca Juga: 51 Spesies Baru Ditemukan di Indonesia Sepanjang 2025: 32 Fauna, 16 Flora, 3 Mikroba
Dari total temuan tersebut, 49 spesies berasal dari Indonesia, sementara satu spesies mikroalga ditemukan di Kaledonia Baru dan satu spesies krustasea berasal dari Vietnam. Berdasarkan klasifikasinya, temuan tersebut terdiri atas 32 spesies fauna, 16 spesies flora, dan 3 spesies mikroba.
Spesies fauna yang ditemukan meliputi enam kumbang, lima ikan, empat katak, tiga cicak, tiga bangkong, dua tikus, dua cupang, satu cacing nematoda Arso (Kalubustrongylus arsoensis), satu kadal Jakob Oetama (Dibamus oetamai), satu kepiting Maluku (Tmethypocoelis malukensis), satu bunglon Kumbakarna (Aphaniotis kumbakarna), satu kupu-kupu Jasmin (Deramas jasmine), satu keong Batubacan (Diancta batubacan), serta satu isopod. Spesimen fauna tersebut diperoleh dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Sementara itu, pada kelompok flora, peneliti PRBE BRIN berhasil mengidentifikasi 16 spesies tumbuhan baru yang terdiri atas sembilan talas, tiga anggrek, dua begonia, satu jambu, dan satu ruruhi, dengan rincian sebagai berikut:
- Talas Ade (Homalomena adei)
- Talas Apu-apu (Homalomena pistioides)
- Talas Chikmawati (Homalomena chikmawatiae)
- Talas Amar (Homalomena amarii)
- Talas Renda (Homalomena renda)
- Talas Belitung (Homalomena belitungensis)
- Talas Sungai Keli (Homalomena sungaikeliensis)
- Talas Samurai (Homalomena polyneura)
- Talas Siasi (Homalomena siasiensis)
- Anggrek Tjiasmanto (Chiloschista tjiasmantoi)
- Anggrek Mahkota Pisau (Dendrobium siculiforme)
- Anggrek Garis Cokelat (Bulbophyllum ewamiyiuu)
- Begonia Anto (Begonia antoi)
- Begonia Daun Elegan (Begonia elegantifolia)
- Jambu Halmahera (Syzygium halmaherense)
- Ruruhi (Syzygium rubrocarpum).
Adapun tiga spesies mikroba baru yang ditemukan, yaitu Morel Rinjani (Morchella rinjaniensis), Aktinobakteri Podocarpus (Peterkaempfera podocarpi), dan diatom Berepwari (Haslea berepwari).
Sebagian besar temuan tersebut merupakan spesies endemik yang hanya ada di lokasi tertentu, sehingga memiliki nilai strategis bagi upaya konservasi keanekaragaman hayati Indonesia. Kepala PRBE BRIN, Arif Nurkanto, menyampaikan bahwa puluhan penemuan spesies baru sepanjang 2025 menunjukkan masih besarnya kekayaan hayati Indonesia yang belum terungkap.
“Puluhan temuan spesies baru flora, fauna, dan mikroba tahun 2025 dari kami membuka cakrawala tentang pentingnya riset, ekspedisi, dan konservasi sumber daya hayati. Di tengah laju kepunahan yang terus berpacu dengan waktu, penemuan ilmiah menjadi harapan agar kekayaan alam tidak hilang sebelum sempat dikenal,” ujarnya, mengutip, siaran pers BRIN (2/2/2026).
Temuan spesies tersebut tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga menunjukkan pentingnya riset berkelanjutan dan perlindungan ekosistem dalam menjaga lingkungan di tengah berbagai tantangan.
Baca Juga: Didominasi Burung, Inilah Keanekaragaman Spesies Fauna Indonesia
Sumber:
https://www.brin.go.id/press-release/126545/peneliti-brin-ungkap-51-spesies-baru-sepanjang-2025