5% Pekerja di Indonesia Adalah Pekerja Komuter

Pekerja komuter di Indonesia berjumlah 7,74 juta orang per Mei 2026, hanya 5,23% dari keseluruhan jumlah pekerja nasional yang mencapai 147,99 juta orang.

Persentase Pekerja Komuter dan Nonkomuter di Indonesia

(Mei 2026)

Poin Penting

  • Jumlah pekerja komuter di Indonesia per Mei 2026 mencapai 7,74 juta orang.
  • Pekerja komuter hanya menyumbang 5,23% dari total penduduk bekerja nasional.
  • Pekerja komuter didominasi oleh laki-laki dengan persentase 70,63%.
  • Lulusan D4 hingga S3 menjadi mayoritas pekerja komuter, yaitu 26,98%.
  • Sebanyak 81,98% pekerja komuter berasal dari sektor formal.
  • Mayoritas pekerja komuter (92,18%) menggunakan kendaraan pribadi atau dinas.
  • Hanya 5,96% pekerja komuter yang mengandalkan angkutan umum.

Mobilitas harian lintas wilayah telah menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika dunia ketenagakerjaan. Penduduk bekerja yang melakukan aktivitas profesinya di luar batas kabupaten atau kota tempat tinggalnya dan secara rutin melakukan perjalanan pergi-pulang pada hari yang sama kerap disebut sebagai pekerja komuter.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pekerja komuter di Indonesia per Mei 2026 tercatat mencapai 7,74 juta orang. Bila dibandingkan dengan total keseluruhan penduduk yang bekerja secara nasional yang mencapai 147,99 juta orang, maka kelompok komuter ini nyatanya hanya menyentuh porsi kecil, yaitu sebesar 5,23%.

Baca Juga: 10 Kabupaten/Kota Asal Pekerja Komuter Terbanyak 2025

Sebaliknya, dominasi pekerja nonkomuter tercatat jauh melampaui kelompok mobilitas harian ini. Populasi pekerja yang mencari nafkah di dalam kabupaten maupun kota domisilinya ini menguasai persentase hingga 94,77%, atau setara dengan 140,25 juta orang.

Menilik profil demografisnya, fenomena mobilitas pekerja lintas daerah ini didominasi oleh kaum pria. Pada periode Mei 2026, tercatat persentase pekerja komuter laki-laki mendominasi di angka 70,63%, sementara pekerja komuter perempuan hanya mengambil porsi sebesar 29,37%.

Dari latar belakang akademis, mayoritas pelaku komuter didominasi oleh kalangan berpendidikan tinggi. Persentase terbesar pekerja komuter di Indonesia saat ini diisi oleh lulusan jenjang Diploma IV (D4), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktoral (S3) dengan proporsi mencapai 26,98%.

Bila dibedah menurut status kegiatan ekonominya, rutinitas pergi-pulang antarkota ini didominasi pula oleh karyawan yang bekerja di sektor kegiatan formal, dengan angka 81,98%.

Untuk menunjang mobilitas dari dan ke tempat kerja, preferensi transportasi pekerja komuter pun beragam. Hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 92,18% pekerja komuter masih sangat mengandalkan penggunaan kendaraan pribadi maupun kendaraan dinas untuk moda harian mereka.

Di sisi lain, pemanfaatan angkutan massal nyatanya masih menjadi pilihan minoritas bagi pekerja komuter. Tercatat, kelompok pekerja komuter yang mengandalkan layanan transportasi umum untuk menunjang rutinitas berangkat dan pulang kerja hanya menyentuh proporsi 5,96%.

Pada tahun 2025, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pekerja komuter terbanyak di Indonesia, yaitu mencapai 1,89 juta orang. Dari tingkat kabupaten/kota, Kota Depok tercatat memiliki jumlah pekerja komuter terbesar di Indonesia dengan angka 356,3 ribu orang.

Baca Juga: Tren Pekerja Komuter di Indonesia 2016–2025

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/08/05/2606/tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-4-65-persen---rata-rata-upah-buruh-sebesar-3-39-juta-rupiah-.html

Shahibah A
Ditulis oleh Shahibah A

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc