Poin Penting
- Kota Depok memiliki pekerja komuter terbesar pada 2025, mencapai 356,3 ribu orang
- Kota Bekasi menempati posisi kedua dengan 304,5 ribu pekerja komuter
- Kota Jakarta Timur berada di peringkat ketiga dengan 303,8 ribu pekerja komuter
- Kabupaten Bogor menyumbang 274,9 ribu pekerja komuter
- Kota Jakarta Barat memiliki 233 ribu pekerja komuter
Pergerakan pekerja dari daerah tempat tinggal menuju wilayah lain untuk bekerja masih terkonsentrasi di sejumlah kabupaten dan kota tertentu. Wilayah-wilayah tersebut umumnya berperan sebagai kawasan permukiman yang menopang aktivitas ekonomi di kota-kota besar.
Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2025 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), kabupaten dan kota di kawasan metropolitan, terutama Jabodetabek, masih menjadi penyumbang pekerja komuter terbesar di Indonesia.
Fenomena ini menunjukkan tingginya ketergantungan pasar tenaga kerja terhadap konektivitas antardaerah.
Baca Juga: Karakteristik Pekerja Komuter Indonesia per Agustus 2025
Kota Depok tercatat sebagai kabupaten/kota dengan jumlah pekerja komuter terbesar di Indonesia pada 2025, yakni mencapai 356,3 ribu orang. Posisi berikutnya ditempati Kota Bekasi dengan 304,5 ribu orang, disusul Jakarta Timur sebanyak 303,8 ribu orang.
Di peringkat selanjutnya terdapat Kabupaten Bogor dengan 274,9 ribu pekerja komuter, diikuti Jakarta Barat sebanyak 233 ribu orang. Tingginya jumlah pekerja komuter di wilayah-wilayah tersebut mencerminkan peran Jabodetabek sebagai kawasan metropolitan terbesar di Indonesia yang menghubungkan pusat permukiman dengan pusat bisnis, pemerintahan, dan industri.
Adapun daftar 10 kabupaten/kota dengan jumlah pekerja komuter terbesar dilengkapi oleh Kota Tangerang (199,8 ribu orang), Kabupaten Sidoarjo (189,9 ribu orang), Jakarta Selatan (168,5 ribu orang), Kabupaten Bekasi (153,7 ribu orang), dan Kabupaten Deli Serdang (153,1 ribu orang).
Dominasi daerah-daerah penyangga Jakarta dalam daftar tersebut memperlihatkan bahwa arus komuter masih bertumpu pada kawasan metropolitan.
Kondisi ini juga menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transportasi dan konektivitas antardaerah memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas tenaga kerja.
Pasalnya, semakin baik akses transportasi antara kawasan permukiman dan pusat kegiatan ekonomi, semakin besar pula potensi terbentuknya pola komuter yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi perkotaan.
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/07/27/8a5986ae0a9e0a1481b50189/analisis-mobilitas-tenaga-kerja-hasil-sakernas-2025.html