Industri musik digital terus menunjukkan pertumbuhan pesat sepanjang 2025. Perubahan gaya konsumsi musik, mulai dari membeli album fisik ke streaming dan kreasi audio digital, mendorong aplikasi musik dan audio menjadi salah satu kategori paling banyak diunduh secara global. Tak hanya untuk mendengarkan lagu, aplikasi-aplikasi ini juga dimanfaatkan untuk karaoke, produksi musik, hingga penemuan lagu baru.
Menurut data Business of Apps, Spotify menempati posisi puncak sebagai aplikasi musik dan audio terpopuler sepanjang 2025, dengan total 215 juta unduhan. Dominasi ini didorong oleh katalog musik yang sangat luas, algoritma rekomendasi yang kuat, serta ekspansi podcast dan konten audio eksklusif yang terus diperluas sepanjang tahun.
Baca Juga: Ini Dia Genre Musik Favorit Publik RI 2025
Di posisi kedua, StarMaker mencatat 76 juta unduhan. Aplikasi karaoke ini menunjukkan bahwa hiburan berbasis partisipasi tetap diminati, terutama di kalangan pengguna muda yang gemar bernyanyi, berkolaborasi, dan berbagi performa di media sosial.
DDMusic (73 juta unduhan) dan YouTube Music (72 juta unduhan) bersaing ketat di posisi berikutnya. YouTube Music diuntungkan oleh integrasi ekosistem YouTube, sementara DDMusic menunjukkan kuatnya pasar musik regional dan lokal di beberapa negara Asia.
Di urutan kelima, Lark Player dengan 53 juta unduhan membuktikan bahwa aplikasi pemutar musik offline juga masih dibutuhkan. Sementara itu, Shazam (51 juta unduhan) tetap menjadi andalan pengguna untuk mengidentifikasi lagu secara instan di tengah banjir konten audio.
Aplikasi lain yang turut masuk daftar antara lain Soda Music (48 juta unduhan), SoundCloud (40 juta unduhan), hingga JioSaavn (34 juta unduhan).
BandLab menutup daftar dengan total 32 juta unduhan, lebih fokus pada produksi musik digital dan kolaborasi antarkreator, alih-alih hanya sekadar aplikasi streaming.
Baca Juga: Spotify Dominasi Pasar Podcast Indonesia
Sumber:
https://www.businessofapps.com/data/most-popular-apps/