Gen Z Taruh Perhatian Lebih pada Sustainable Travel, Kenapa Penting?

Tren wisata berkelanjutan makin diminati sebagai langkah menekan dampak lingkungan yang timbul akibat perjalanan wisata.

Niat Menerapkan Wisata Berkelanjutan dalam 12 Bulan ke Depan Menurut Generasi

(Tahun 2026)
Ukuran Fon:

Kesadaran soal wisata berkelanjutan atau sustainable travel makin tinggi terutama di kalangan anak muda. Hal ini terlihat dari laporan Travel & Sustainability Report 2026 yang dirilis oleh Booking.com pada 20 April 2026.

Dalam survei tersebut, Gen Z menjadi generasi yang paling peduli terhadap praktik perjalanan berkelanjutan. Sebanyak 75% responden Gen Z mengaku menaruh perhatian pada konsep wisata yang lebih ramah lingkungan dan berdampak positif bagi masyarakat lokal.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan generasi lain. Milenial berada di posisi kedua dengan 71%, disusul Gen X sebesar 60%, dan Boomers dengan 47%.

Untuk catatan, kelompok Gen Z dalam survei ini berada pada rentang usia 18–28 tahun. Sementara Milenial berusia 29–44 tahun, Gen X berusia 45–60 tahun, dan Boomers berusia 61 tahun ke atas.

Baca Juga: 77% Wisatawan Asing Datang Ke Indonesia untuk Liburan

Apa Itu Sustainable Travel?

Secara sederhana, sustainable travel adalah konsep perjalanan yang tidak hanya berfokus pada pengalaman wisatawan, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Praktik ini mendorong wisata yang mampu menjaga alam, melestarikan budaya lokal, sekaligus membantu ekonomi warga setempat tetap tumbuh.

Konsep ini sering disamakan dengan ekowisata, padahal keduanya berbeda. Wisata berkelanjutan memiliki cakupan yang lebih luas karena bisa diterapkan di berbagai jenis destinasi. Sementara ekowisata lebih spesifik pada wisata berbasis alam, flora, fauna, dan budaya asli suatu daerah.

Kenapa Sustainable Travel Penting?

Mengutip Institute of Sustainability Studies, konsep ini penting untuk mengurangi dampak negatif pariwisata yang kerap merusak lingkungan dan mengganggu kehidupan masyarakat lokal.

Penerapan wisata berkelanjutan juga dinilai mampu membantu melindungi ekosistem, menjaga kesejahteraan hewan, hingga mengontrol aktivitas wisatawan agar tidak berlebihan. Selain itu, pendekatan ini membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal dan komunitas di sekitar destinasi wisata.

Di sisi lain, wisata berkelanjutan juga dinilai dapat meningkatkan kesadaran wisatawan terhadap isu lingkungan. Pengunjung didorong untuk memahami kondisi asli suatu daerah, bukan sekadar menikmati tempat wisata tanpa memikirkan dampaknya.

Survei Booking.com sendiri melibatkan 32.500 responden dari 35 negara, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Negara Tujuan Favorit Turis Indonesia

Sumber:

https://news.booking.com/bookingcoms-latest-travel-and-sustainability-research-reveals-unexpected-generational-paradox/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook